Senin, 19 Juni 2017

Proposal PTK "Upaya meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV

Proposal PTK "Upaya meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
     

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
            Dalam kegiatan proses belajar mengajar masih banyak permasalahan yang kita temui sehingga proses belajar mengajar belum bisa berjalan secara efektif. Dan akibatnya proses belajar mengajar tersebut dikatakan tidak berhasil dan tidak mencapai tujuan yang diharapkan sebagai hasil dari pembelajaran. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakberhasilan pembelajaran itu bisa yang disebabkan oleh faktor guru, faktor siswa, faktor sarana dan prasarana dan faktor lingkungan.
            Semua guru atau siswa pasti selalu mengharapkan agar setiap proses belajar mengajar dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Guru mengharapkan agar siswa dapat memahami setiap materi yang diajarkan , siswapun mengharapkan agar guru dapat menyampaikan atau menjelaskan pelajaran dengan baik, sehingga memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Akan tetapi harapan–harapan itu tidak selalu dapat terwujud. Masih banyak siswa yang kurang memahami penjelasan guru. Ada siswa yang nilainya selalu rendah, bahkan ada siswa yang tidak bisa mengerjakan soal atau jika mengerjakan soalpun jawabannya asal–asalan. Semua itu menunjukkan bahwa guru harus selalu mengadakan perbaikan secara terus menerus dalam pembelajarannya, agar masalah–masalah kesulitan belajar siswa dapat diatasi, sehingga  hasil belajar siswa mencapai tujuan yang diharapkan.
            Masalah – masalah yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran tidak muncul begitu saja, tetapi ada faktor–faktor penyebabnya. Apabila guru mampu mengidentifikasi penyebab timbulnya masalah yang dialami oleh siswa , maka guru tersebut akan dapat melakukan penanganan–penanganan yang tepat dalam memecahkan masalah pembelajarannya. Contoh  masalah yang sering muncul dalam pembelajaran yaitu siswa kurang memahami penjelasan guru, siswa tidak mengerti kata, kalimat, bentuk kalimat, yang diucapkan ataupun yang ditulis.  Hal Ini  mungkin  karena  penjelasan  guru tidak  disertai  alat  peraga  atau media pembelajaran atau bahkan tidak sesuai. Dan ada juga guru yang menggunakan media pembelajaran tetapi tidak melibatkan siswa langsung dalam penggunaan media tersebut yang menyebabkan siswa kurang aktif bahkan cenderung pasif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran tidak menyenangkan bagi siswa  dan siswa tidak akan menyerap pembelajaran tersebut.
Sejujurnya penggunaan media untuk pembelajaran IPA di SD jarang bahkan hampir tidak pernah digunakan oleh guru-guru SD, padahal media itu ada. Akhirnya alat peraga itu hanya jadi pajangan kantor  atau tersimpan rapi di lemari. Salah satu alternative yang ditempuh oleh seorang guru dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran adalah dengan menggunakan media yang sederhana yaitu media visual (gambar) dalam proses belajar mengajar. Dengan pemanfaatan media pembelajaran khususnya pada pembelajaran IPA dapat mempengaruhi proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dalam segala aktivitas belajar. Melalui penggunaan media visual (gambar) anak dapat belajar lebih aktif. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di SD Negeri 040449 pada hasil belajar siswa kelas IV khususnya pada pembelajaran IPA materi sumber daya alam, peneliti masih melihar hasil belajar siswa masih rendah belum mencapai ketuntasan minimal yang telah ditentukan. Dan hasil belajar yang dimaksud disini adalah nilai tes yang diberikan guru kepada siswa setelah pembelajaran selesai. Selain itu pembelajaran yang dilakukan sangat monoton dengan hanya menggunakan metode ceramah tanpa menggunakan media sebagai penunjang pembelajaran sehingga siswa tidak aktif bahkan cenderung pasif pada saat kegiatan pemeblajaran. Oleh karena itu pada tugas PTK ini saya mengangkat tema “ 
1.2    Identifikasi Masalah
            Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, dapat diidentifikasi masalah yang terdapat di SD Negeri 040449 Kabanjahe sebagai berikut:
1.      Hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 040449 Kabanjahe rendah khususnya mata pelajaran IPA materi sumber daya alam Tahun Pelajaran 2014/2015
2.      Siswa kurang menguasai materi pelajaran, sehingga tingkat keberhasilan siswa juga rendah
3.      Siswa kurang aktif dan cenderung pasif saat proses pembelajaran
4.      Tidak adanya media yang digunakan oleh guru saat proses belajar mengajar
1.3    Batasan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang dan identifikasi masalah di atas, perlu dilakukan pembatasan masalah agar penelitian ini lebih terarah dan terfokus pada masalah yang akan diteliti. Oleh karena itu masalah penelitian ini dibatasi pada upaya meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV SD Negeri 040449 Kabanjahe dengan menggunakan media gambar dalam pelajaran IPA materi sumber daya alam  Tahun Pelajaran 2014/2015.
1.4 Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut :
1.        Apakah keaktifan siswa mempengaruhi hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 040449 Kabanjahe dalam pembelajaran IPA materi sumber daya alam Tahun Pelajaran 2014 / 2015?
2.        Apakah penggunaan media gambar dalam pelajaran IPA materi sumber daya alam dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 040449 Kabanjahe Tahun Pelajaran 2014 / 2015?
1.5 Tujuan Penelitian
            Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1.        Untuk mengetahui apakah keaktifan siswa mempengaruhi hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 040449 Kabanjahe dalam pembelajaran IPA materi sumber daya alam Tahun Pelajaran 2014 / 2015
2.        Untuk mengetahui apakah penggunaan media gambar dalam pelajaran IPA materi sumber daya alam dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 040449 Kabanjahe Tahun Pelajaran 2014 / 2015
1.6 Manfaat Penelitian
1.      Manfaat bagi sekolah
       Dengan hasil penelitian diharapkan SD Negeri 040449 Kabanjahe dapat lebih meningkatkan penggunaan media gambar dalam proses belajar mengajar, tidak hanya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, tetapi dapat diterapkan pada mata pelajaran lainnya.
2.      Manfaat bagi guru
       Sebagai bahan masukan yang berharga bagi guru dalam meingkatkan mutu pembelajaran dikelasnya dengan menggunakan media dalam kegiatan proses belajar mengajar.
3.      Manfaat bagi siswa
a.       Meningkatkan minat belajar siswa
b.      Mencegah verbalisme (pengertian dengan kata belaka)
c.       Memberikan pengalaman yang nyata dan langsung
d.   Meningkatkan hasil belajar siswa
e.   Siswa dapat menguasai materi pelajaran

 

Skripsi Model Pembelajaran IPA

Skripsi Model Pembelajaran IPA 

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
     

Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Kegiatan belajar mengajar melibatkan beberapa komponen, yaitu siswa, guru, tujuan, isi pelajaran, metode mengajar, media, dan evaluasi. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, dimana mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari sesuatu kemampuan atau nilai baru. 

Contoh Skripsi Media Dalam Pembelajaran

Contoh Skripsi Media Dalam Pembelajaran 

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
     

Contoh Judul Skripsi Media Pembelajaran

  • EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT DENGAN APLIKASI MULTIMEDIA NETOP SCHOOL DAN WEB SERVER TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA N 2 SURAKARTA
  • EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DILENGKAPI MEDIA PEMBELAJARAN LABORATORIUM VIRTUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KOLOID KELAS XI IPA SEMESTER GENAP SMA N 1
  • EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KOMPUTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PENINGKATAN KOSAKATA ANAK BERKESULITAN BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA KELAS III SD NEGERI 5 JATEN KECAMATAN JATEN KABUPATEN KAR
  • EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KOMPUTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PENINGKATAN KOSAKATA ANAK BERKESULITAN BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA KELAS III SD NEGERI 5
  • HUBUNGAN ANTARA ANTUSIASME BELAJAR SISWA DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2010/2011
  • HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TAWANGSARI SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010
  • HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2010/2011
  • HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN KREATIVITAS SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2011/2012
  • HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN KEMANDIRIAN SISWA TERHADAP PRESTASI MATA PELAJARAN KOMPETENSI DASAR OTOMOTIF (KDO) PADA SISWA KELAS 1 PROGRAM OTOMOTIF SMK
  • KREATIVITAS GURU AKUNTANSI DALAM PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI 1 KARANGANYAR
  • MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN KARTU UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA BAGI ANAK TUNA GRAHITA KELAS D1 / C SLB / B-C YPAALB LANGENHARJO TAHUN AJARAN 2008/2009
  • MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN KARTU UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA BAGI ANAK TUNA GRAHITA KELAS D1 / C SLB / B-C
  • MENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PETA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLE PETA PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI II KEMBANG JATIPURNO WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2010/2011
  • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MODIFIKASI PADA SISWA KELAS 5 SD NEGERI 02 SAMONG KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012-0
  • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MODIFIKASI PADA SISWA KELAS 5 SD NEGERI 02 SAMONG KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012-1
  • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MODIFIKASI PADA SISWA KELAS 5 SD NEGERI 02 SAMONG KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012
  • PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING BELAKANG PADA SISWA KELAS IX-D SMP NEGERI 3 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2011/ 2012
  • PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKANHASIL BELAJAR GULING DEPAN PADA SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012
  • PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING BELAKANG PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI TEGALREJO 1
  • PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUTO CAD DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TEKNIK KONSTRUKSI KAYU SMK NEGERI 5 SURAKARTA
  • PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMPUTER DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK BERKESULITAN BELAJAR PADA SISWA KELAS II SEMESTER GENAP SEKOLAH DASAR NEGERI I NEPEN KECAMATAN TERAS KABUPATEN BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2010/2011
  • PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LAY UP BOLA BASKET PADA SISWA KELAS X4 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2011/2012
  • PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) DISERTAI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KARTUN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012
  • PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN GAMBAR BERGERAK TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI PADA SISWA PUTRA KELAS VIII MTS NEGERI MANTINGAN NGAWI TAHUN PELAJARAN 2010/2011
  • PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN LAGU TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI DITINJAU DARI PEMAHAMAN BAHASA FIGURATIF (EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS 10 SMA N 1 GEMOLONG, SRAGEN TAHUN 2010/2011)
  • PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IPS SMA AL-ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011
  • PENGARUH PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DISERTAI MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI AKTIVITAS SISWA KELAS VIII SMP N 1 KEBAKKRAMAT TAHUN AJARAN 2011/2012
  • PENGARUH PENGGUNAAN KOMPUTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI MATEMATIKA ANAK TUNARUNGU KELAS D4 SLB-B YRTRW SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/ 2011
  • PENGARUH STRATEGI MENGAJAR GURU DAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATA DIKLAT KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI (KKPI) SISWA KELAS XI ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK MURNI 2
  • PENGEMBANGAN KOMIK FISIKA POKOK BAHASAN GERAK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN YANG MENARIK DAN EFEKTIF UNTUK SISWA SMP KELAS VII
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CD TUTORIAL PADA MATA KULIAH KOMPUTER GRAFIS II DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA FKIP UNS
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT BERBENTUK PERMAINAN ULAR TANGGA POKOK MATERI ALAT OPTIK KELAS VIII SMP
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA PROGRAM KEAHLIAN PEMASARAN 2 PADA MATA DIKLAT MENATA PRODUK SMK NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2010/2011
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATA KULIAH CETAK DASAR PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012-1
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA MAJALAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SMP PADA MATERI CAHAYA
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM BENTUK KEPING VCD(VIDEO COMPACT DISC) UNTUK MATERI PEMBELAJARAN FISIKA POKOK BAHASAN TEKANAN KELAS VIII
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS WEB SITE PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS BAGI SISWA KELAS X ICT SMAN JUMAPOLO
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PRO 8 PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MODUL INTERAKTIF MATA KULIAH PEMINDAHAN TANAH MEKANIK-1
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLE SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X
  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARANFISIKAMENGGUNAKANPERMAINANULARTANGGADITINJAU DARI MOTIVASIBELAJARSISWAKELAS VIII MATERI GAYA
  • PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBANDINGKAN BILANGAN CACAH PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS II SDN GONDANG 1 TAHUN PELAJARAN 2009/2010 STUDI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER PROGRAM MACROMEDIA FLASH UNTUK PEMBELAJARAN MATERI LARUTAN PENYANGGA SMA KELAS XI 03BABIII
  • UNSUR-UNSUR DRAMATIK DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM FILM DENIAS- SENANDUNG DI ATAS AWAN SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMP
  • UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR LARI DENGAN PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI MIJEN 1 KECAMATAN JEBRES SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012
  • UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLA VOLI MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BOLA PLASTIK PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI SIDAPURNA 01 KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012-0
  • UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLA VOLI MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BOLA PLASTIK PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI SIDAPURNA 01 KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012
  • UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLAVOLI MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BOLA KARET PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LAWATAN 01 KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012-0
  • UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLAVOLI MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BOLA KARET PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LAWATAN 01 KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi pendidikan lengkap / tesis pendidikan lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

PTK:MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA VISUAL

PTK:MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA VISUAL

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
     

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan yang diajarkan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. IPS memuat tentang ilmu ilmu sosial yang pada hakekatnya menganjarkan anak didik agar memiliki rasa sosial tinggi dalam kehidupannya. Melalui pembelajaran IPS diharapkan siswa dapat mengetahui keragaman bangsanya, keragaman budayanya, sejarah bangsanya serta keadaan alamnya. Pembelajaran IPS dirancang untuk membimbing dan merefleksikan kemampuan siswa dalam kehidupan bermasyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang terus menerus. Hal ini merupakan tantangan yang sangat berat mengingat masyarakat secara global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu diperlukan suatu pengetahuan yang dapat menunjang pengembangan kreatifitas guru dalam mengajar. Pengembangan kreatifitas dan kemampuan guru ditujukan untuk menghindari permasalahan yang muncul dari diri siswa selama mengikuti pembelajaran IPS, karena melalui pembelajaran IPS ini diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan dan sikap yang rasional tentang gejala- gejala sosial serta perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia, baik di masa lampau dan masa kini maupun masa yang akan datang.
Dalam pembelajaran IPS guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh antusias bagi siswa. Dalam kegiatan pembelajaran IPS yang menyenangkan guru harus didukung oleh alat belajar yang menarik minat belajar sehingga siswa tidak merasa bosan selama mengikuti pembelajaran, sebagaimana dikemukakan oleh Samlawi Fakih (1992) bahwa mata pelajaran IPS adalah mata pelajaran yang membosankan, oleh karena itu diperlukan media yang dapat menarik minat siswa untuk belajar.
Menyinggung tentang media pembelajaran kita harus menggunakan media pembelajaran tersebut dengan benar dan tepat untuk menunjang proses belajar mengajar yang dilaksanakan, dalam hal ini media yang tepat dapat merangsang siswa untuk lebih mengerti dan memahami materi yang diajarkan. Menurut Gagne (dalam Amidun Rasyad dan Darhim, 1996 – 1997:97) “media adalah jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar“. Belajar bukan saja melulu penerapan teori semata dan pembelajaran di ruang kelas, tetapi lebih dari itu belajar merupakan cara yang kompleks untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebuah bangsa. Oleh sebab itu, ketepatan memilih media pembelajaran merupakan faktor pendukung dalam sukses tidaknya guru mendidik murid menjadi generasi yang dapat diandalkan dan dibanggakan kelak. Oleh karena itu guru harus menggunakan media pembelajaran yang tidak saja membuat porses pembelajaran menjadi menarik, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk berkreasi dan terlibat secara aktif sepanjang proses pembelajaran. Sehingga aspek kognitif ,afektif dan psikomotorik murid pun dapat berkembang maksimal secara bersamaan tanpa mengalami pendistorsian salah satunya. Kenyataan apa yang menjadi harapan dan tujuan di atas belum sepenuhnya terpenuhi. Namun usaha ke arah itu senantiasa dilakukan oleh seluruh elemen pendidikan Hal ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan media yang tepat dalam pembelajaran akan menarik minat belajar siswa terutama pada mata pelajaran IPS.
Dengan media yang menarik materi pelajaran akan mudah diserap oleh siswa, karena dengan menggunakan media dapat mempermudah pemahaman belajar anak dalam pencapaian tujuan pengajaran. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 1 Bayan, pembelajaran IPS belum sesuai diharapkan. Hal ini disebabkan oleh: 1). Kurangnya keterampilan guru dalam memilih media yang tepat dalam pembelajaran, 2). Kurangnya keterampilan guru untuk memanfaatkan media.
3). Minat belajar siswa kurang atau belum sesuai dengan apa yang diharapkan.
Untuk itu diperlukan alat atau media yang dapat menarik minat siswa.
Materi tentang tindakan ekonomi dan motif ekonomi adalah salah satu materi pada pelajaran IPS kelas VII semester 1, tetapi ternyata guru dalam melaksanakan pembelajaran kebanyakan masih bersifat konvensional, artinya guru masih mendominasi jalannya pembelajaran dan belum memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal sehingga pembelajaran yang dilakukan cenderung kurang menarik siswa. Selain itu guru belum sepenuhnya memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Kebanyakan masih menggunakan alat peraga lembar kerja yang dibeli dari penerbit yang belum sesuai dengan kebutuhan siswa.. Untuk mengatasi hal itu perlu diadakan uji coba menggunakan media pembelajaran yang murah dan sederhana yang mudah dipahami siswa yaitu melalui media visual
Media pembelajaran yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah media yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran IPS terutama pada materi tentang tindakan ekonomi dan motif ekonomi. Adapun media tersebut adalah media visual. Harapan selanjutnya adalah ingin memperbaiki proses pembelajaran dengan memanfaatkan penggunaan alat peraga dan media visual yang murah meriah, mudah didapat . Diharapkan dengan menggunakan media visual lebih mewarnai proses pembelajaran agar pembelajaran lebih bermakna, materi mudah dipamai siswa, bergairah serta bernuansa PAKEM (Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Disisi lain siswa pun akhirnya akan lebih akrab dan lebih berminat belajar IPS. Dan prestasi belajar siswa meningkat. Berdasarkan uraian di atas maka penulis melaksanakan penelitian tindakan kelas mengenai ”Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Media Visual pada Materi Tindakan Ekonomi dan Motif Ekonomi Mata Pelajaran IPS Kelas VII.2 SMP Negeri 1 Bayan Kabupaten Lombok Utara”.
B. Masalah Penelitian
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang maka permasalahan dapat diidentifikasi sebagai berikut:
a) Kurangnya keterampilan guru dalam memilih media yang tepat dalam pembelajaran
b) Guru belum memanfaatkan ataupun menggunakan media visual
c) Minat belajar siswa kurang atau belum sesuai dengan apa yang diharapkan.
2. PerumusanMasalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “apakah penggunaan media visual dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VII.2 khususnya materi Tindakan Ekonomi dan Motif Ekonomi pada mata pelajaran IPS SMP Negeri 1 Bayan”.
C. Pemecahan Masalah
Dalam upaya memecahkan permasalahan tentang rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran IPS, proses pembelajaran akan dilakukan dengan menggunakan media visual.
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru ( peneliti ) melalui penggunaan media visual sehingga proses pembelajaran akan lebih baik.
2. Untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran.IPS dengan menggunakan media visual
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:
1. Untuk Sekolah:
Sebagai bahan masukan agar dapat mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi dalam memperbaiki dan meningkatkan kreatifitas pembelajaran IPS melalui media gambar.
2. Untuk Guru :
Sebagai bahan masukan untuk mendapatkan pengetahuan dan teori baru tentang meningkatkan minat belajar siswa melalui media visual mata pelajaran IPS kelas VIIA SMP Negeri 1 Bayan, khususnya materi tindakan ekonomi dan motif ekonomi.
3. Untuk Siswa:
Dapat meningkatkan minat siswa dalam proses pembelajaran IPS pada siswa kelas VII.2 SMP Negeri 1 Bayan baik pada aspek kognitif, afektif maupun psikomotor, serta keaktifan dan kreatifitas siswa dalam pembelajaran.
4. Bagi peneliti:
Penelitian akan menambah pengalaman dan wawasan dalam menentukan cara yang dilakukan dalam kegiatan belajar IPS agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Minat
Minat adalah sesuatu yang sangat penting bagi seseorang untuk melakukan suatu aktivitas. Dengan minat orang akan berusaha mencapai tujuannya. Oleh karena itu minat dikatakan sebagai salah satu aspek psikis manusia yang dapat mendorong untuk mencapai tujuan.
Ada dua aspek yang dikandung oleh minat antara lain aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif mengandung pengertian bahwa minat selalu didahului oleh pengetahuan, pengetahuan, pemahaman dan konsep yang diperoleh dan dikembangkan dan pengalaman atau hasil interaksi dengan lingkungannya. Aspek afektif menunjukkan pada derajat emosional yang dinyatakan dalam bentuk proses menilai untuk menentukan kegiatan yang disenangi. Jadi, suatu aktivitas bila disertai dengan minat individu yang kuat, maka ia akan mencurahkan perhatiannya dengan baik terhadap aktivitas tersebut. Aspek minat manusia dalam mengikuti pembelajaran IPS sangat kuat, maka akan merupakan dasar pula untuk menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif, yang dapat memenuhi keinginan siswa untuk belajar disertai perhatian yang besar.
Sedangkan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahwa minat untuk mempelajari IPS merupakan faktor intern yang mendorong dan mempengaruhi tingkah laku seseorang untuk merasa tertarik dan menunjukkan perhatian terhadap proses pembelajaran IPS.
B. Belajar
Sardiman (2004:2) mengatakan belajar adalah usaha mengubah tingkah laku. Arthur J. Gates dalam Fudyartanto (2002:150) menjelaskan bahawa belajar adalah perubahan tingkah laku melalui pengalaman dan latihan, selanjutnya Hamalik (1994:36) belajar adalah modifikasi atau mempengaruhi kelakuan melalui pengalaman. Menurut pengertian ini belajar adalah merupakan suatu proses kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan saja mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami.Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan perbaikan kelakuan.
C. Minat Belajar
Minat belajar siswa adalah model bagi siswa untuk melakukan aktivitas belajar dalam usaha mencapai perubahan perilaku. Perubahan perilaku yang dimaksudkan adalah dari perilaku tidak tahu menjadi tahu dan dari perilaku tidak mengetahui menjadi perilaku mengetahui.
Minat pada umumnya sudah terdapat dalam diri seseorang. Akan tetapi biasanya minat juga dapat dipengaruhi oleh sesuatu yang berasal dari luar atau yang sering disebut motivasi atau dorongan. Jika minat yang terdapat dalam diri seseorang sudah cukup kuat, maka dorongan yang berasal dari luar relatif kurang diperlukan. Tetapi sebaliknya, jika seseorang kurang memiliki minat, maka diperlukan dorongan dari luar atau motivasi ekstrinsik yang relatif kuat.
D. Media
Media secara khusus diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber kepada penerima. Dikaitkan dengan pembelajaran, media dimaksud sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Media merupakan wahana penyuluh informasi belajar atau penyalur pesan berupa materi ajar oleh guru kepada siswa menjadi lebih dengan pembelajaran yang dilakukan. Media sengaja dilakukan dengan leluasa, akalanya kita harus membuat sendiri.
Menurut Rahadi Aristi ( 2004:7) “ Media umumnya adalah segala sesuatu yuang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Istilah media ini sangat popular dalam bidang komunikasi, proses belajar mengajara pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media dalam pembelajaran disebut sebagai media pembelajaran.
E. Media Visual /Gambar
Media gambar termasuk ke dalam media visual. Sama dengan media lain, yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan penerima sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Supaya proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien, simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar. Secara khusus gambar berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas penyajian ide, menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
Media visual/ gambar berbentuk dua dimensi karena hanya memiliki ukuran panjang dan lebar. Yang termasuk media ganbar adalah gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, kartun, komik, poster, peta dan lain-lain. Media gambar telah sesuai dengan kemajuan teknologi seperti gambar fotografi. Gambar fotografi bisa diperoleh dari berbagai sumber.gambar yang diperoleh dari berbagai sumber dapat dipergunakan oleh guru secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar pada tiap jenjang pendidikan dan berbagai displin ilmu (Sudjana 2000: 78).
1. Kelebihan Media visual/Gambar
a) Sifatnya konkret, gambar lebih realitis menunjukkan masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
b) Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau tidak kita bisa lihat seperti apa adanya. Gambar amat berguna dalam hal ini.
c) Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
d) Gambar dapat mamperjelas suatu masalah.
e) Siswa mudah memahaminya.
f) Bisa menampilkan gambar, grafik, atau diagram
g) Bisa dipergunakan di dalam kelas, di rumah maupun dalam perjalanan dalam kendaraan.
h) Dapat dipergunakan tidak hanya untuk satu orang.
i) Dapat dipergunakan untuk memberikan umpan balik.
2. Kelemahan Media visual/Gambar
a) Gambar hanya menekankan persepsi indera mata.
b) Gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.
c) Ukuranya sangat terbatas untuk kelompok besar.
d) (Gambar suilit di cari karena sejarah mempelajari masa lalu, dan kejadian masa lalu sulit untuk diabadikan.
e) Tidak semua kejadian masa lalu dapat dibuat gambarnya
3. Pengertian Media Pembelajaran visual/Gambar
Media grafis termasuk kedalam media visual sama dengan media lain, media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dan penerima sumber kepenerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual. Supaya proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien, simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar. Secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, mmperjelas sajian ide, menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
Pembuatan media grafis sederhana dan mudah jika ditinjau dari segi biaya juga relatif murah. Banyak sekali jenis media gambar. Media gambar merupakan bahasa yang umum yang dapat dimenggerti dan dipahami dimana-mana.
Media pembelajaran gambar mempunyai beberapa kelebihan (Sadiman,2003: 29-31) yaitu, sifatnya konkrit, gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita, dapat memperjelas suatu masalah, gambar juga dapat digunakan tanpa memerlukan alat khusus.
Namun selain itu gambar mempunyai beberapa kelemahan yaitu hanya menekankan persepsi indera mata, gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran, ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar. Ada beberapa syarat harus dipenuhi supaya gambar itu baik sebagai media pendidikan setidaknya gambar itu akan cocok dengan tujuan pendidikan. Gambar tersebut harus otentik, sederhana dan ukuran relative serta gambar sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan, gambar hendaknya harus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai (Sadiman, 2003: 29-31).
Dalam upaya untuk pembelajaran atau membelajarkan siswa, peranan dan fungsi media pembelajaran ialah sebagai media komunikasi yang dipakai dalam kegiatan belajar mengajar. Proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah proses skomunikasi yaitu proses penyampain pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan.
Sumber pesan, saluran atau media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan disampaikan adalah isi atau ajaran didikan yang ada dalam kurikulum, sumber pesannya bisa guru, siswa orang lain atau penulis buku dan produser media, salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesannya yaitu siswa atau juga guru.
Di dalam pembelajaran sebagai proses komunikasi terdapat kendala-kendala atau gangguan yang mempengaruhinya yang disebut noise. Gangguan-gangguan ini dapat berupa hambatan psikologis seperti: kurangnya minat, rendahnya intelegensi, kualitas seperti: kelelahan, keterbatasan daya indera dan hambatan kultural seperti: kebiasaan serta hambatan yang berasal dari lingkungan. Perbedaan gaya mengajar , minat, intelegensi, keterbatasn daya indera, cacat tubuh atau hambatan jarak geografis, jarak waktu dan lain-lain dapat dibantu dengan pemanfaatan media pendidikan.
Media sebagai salah satu sumber belajar yang dapat membantu guru dan siswa dalam mengatasi hambata-hambatan yang ada. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala jenis sarana yang dapat di indera yang digunakan dalam proses belajar-mengajar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran (Sadiman dkk, 2003: 12-13).
Dengan demikian media pembelajaran merupakan bagian integral dari proses belajar-mengajar dan bertumpu pada tujuan, materi, pendekatan, metode dan evaluasi pembelajaran ada dua unsur yang terkandung dalam media pembelajaran yaitu: (1) pesan atau bahan pembelajaran yang akan disampaikan, dengan istilah lain yang disebut perangkat lunak (sofware) dan (2) perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai alat belajar dan alat bantu belajar.
Dengan penggunaan media guru dan siswa diharapkan dapat berkomunikasi lebih baik, mantap dan kelas menjadi hidup. Penggunaan media secara kreatif dapat memungkinkan siswa belajar lebih banyak, mencamkan apa yang dipelajarinya dengan baik dan meningkatkan performan siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Macam-macam media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar dapat dikelompokan sebagai berikut:
1) Bahan publikasi: koran, majalah, buku.
2) Bahan bergambar: gambar, bagan, peta, poster, foto, lukisan, grafik, dan diagram.
3) Bahan pameran: buletin board, papan flanel, papan magnet, papan demonstrasi.
4) Bahan proyeksi: film-film strip, slide trnsparan, OHP.
5) Bahan rekaman audio: tape kaset, VCD.
6) Bahan produksi: kamera, tape recorder.
7) Bahan siaran: pogaram radio, program televisi.
8) Bahan pandan dengar (audio visual) : TV, film bersuara, slaide bersuara.
9) Bahan medel atau benda tiruan, selain masih ada lagi media yang kita kenal antara lain: pertunjukan wayang kulit dan wayang boneka.
4. Pemanfaatan Media visual/Gambar Dalam Pembelajaran IPS
Pemanfaatan media gambar sejarah diperlukan strategi yang tepat, hal ini dimaksudkan agar pelajaran tidak terjebak pada sifat monoton dan siswa tidak hanya menonton. Pembelajaran sejarah dengan diawali media gambar akan membawa suasana belajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan, kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan atau menuliskan sejarah yang disajikan dalam gambar.
F. Prosedur Penggunaan Media Pembelajaran
Telah diuraikan sebelumnya bahwa pembelajaran seharusnya dipilih secara sistematis, agar dapat digunakan secara efektif dan efisien.
Ada tiga hal pokok dalam prosedur penggunaan media yang perlu diketahui yaitu sebagai berikut :
1. Persiapan
Langkah ini dilakukan sebelum menggunakan media. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaan media dapat dipersiapkan dengan baik, yaitu buku pelajaran, buku petunjuk atau bahan penunjang lainya. Kemudian diikuti petunjuk didalamnya, siapkan pelajaran yang diperlukan untuk menggunakan media yang dimaksud, tetapkan apakah media tersebut digunakan secara individual atau kelompok, yakni bahwa semua peserta dapat melihat, mendengar pesan- pesan pengajaran yang baik.
2. Pelaksanaan
Satu hal yang perlu diperhatikan selama menggunakan media pengajaran yaitu, hindari kejadian-kejadian yang dapat mengganggu ketenangan, perhatian dan konsentrasi peserta.
3. Tindak lanjut
Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman peserta didik terhadap pokok- pokok materi atau pesan pengajaran yang hendak disampaikan melalui media tersebut, selanjutnya pada beberapa media dilengkapi dengan evaluasi maka langkah ini dimaksud pula untuk melihat tercapai atau tidaknya tujuan yang ditetapkan, karena tindak lanjut ini ditandai dengan kegiatan diskusi, tes, percobaan, observasi, latihan, remediasi dan pengayaan. Dengan media, kesulitan tersebut bisa diatasi dengan cara: Memberikan perangsang yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
Selain itu, pemanfaatan media pengajaran bisa meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan meningkatkan gairah siswa dalam kegiatan pembelajaran. Mengapa media mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan gairah siswa dalam kegiatan pembelajaran? Nana (2007), mengemukakan media dapat meningkatkan gairah belajar siswa
a) Kegiatan pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan minat siswa
b) Bahan pembelajaran akan lebih jelas dan bermakna sehingga lebih mudah dipahami siswa dan memungkinkan siswa untuk menguasai tujuan pembelajaran yang lebih baik
c) Metode mengajar akan lebih bervariasi, bukan hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata- kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kecakepan dalam mengajar.
d) Siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktifitas lainnya seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
e) Taraf berfikir siswa akan meningkat sesuai dengan tahap perkembangan kognitif, yang dimulai dari berfikir kongkret menuju ke abstrak, di mulai dari taraf berfikir sederhana menuju berfikir kompleks. Misalnya penggunaan peta dan globe dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada dasarnya merupakan penyederhaan dan pengkongkretan dari konsep geografi, sehingga bumi ini dapat dipelajari dengan wujud yang jelas.
Selanjutnya Nan mengemukakan bahwa beberapa hasil penelitian juga menyimpulkan penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran yang tidak menggunakan media pembelajaran. Hasil penelitian tersebut menyarankan pentingnya penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
G. Karakteristik Media Pembelajaran
Media pembelajaran memiliki jenis- jenis dan beraneka macamnya. Untuk mengefektifkan pemanfaatan media, perlu diusahakan klasifikasi dan pengelompokan berdasarkan maksud dan tujuannya.
Karakteristik juga dapat dilihat dari kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan maupun penciuman. Karakteristik media, menurut Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Karakteristik atau ciri- ciri media pembelajaran merupakan salah satu dasar dalam menentukan strategi pembelajaran.
H. Jenis- Jenis Media Pembelajaran
Pengelompokan berbagai jenis media dilihat dari segi perkembangan teknologi, menurut Seels & Glasgow (1990) dibagi ke dalam dua kategori, yaitu media tradisional dan media teknologi mutakhir.
1. Media Tradisional
a) Visual diam yang diprayeksikan : proyeksi opaque (tak tembus pandang), proyeksi overhead, slides dan film strips
b) Visual yang tak diproyeksikan : gambar, poster, foto, chart, grafik, diagram dan pameran, papan info, papan tempel Audio: rekaman piringan, pita kaset
c) Penyajian multimedia : slide plus suara, multi image
d) Visual dinamis yang diproyeksikan : film, televisi, video
e) Cetak: buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah dan handout
f) Permainan: teka-teki, simulasi, permainan papan
g) Realita: model, specimen (contoh), manipulatif (peta, boneka)
2. Media teknologi Mutakhir
a) Media berbasis telekomunikasi: telekonferen, kuliah jarak jauh
b) Media berbasis mikroprosesor: computer assisted instruction, permainan komputer, sistem tutor intelijen, interaktif, hypermedia dan compact (video) disc.
I. Kriteria- Pemilihan Media Pembelajaran
Pengembangan media harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat khasnya (karakteristik) media yang bersangkutan. Pemilihan media sebaiknya tidak lepas dari konteksnya bahwa media merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan.
Menurut Dick dan Carey (1978) ada empat faktor yang perlu menjadi pertimbangan dalam memilih dan menentukan media pembelajaran, yaitu:
a) Ketersediaan sumber setempat, artinya bila media tidak terdapat pada sumber yang ada, harus dibeli atau dibuat sendiri.
b) Ketersediaan dana untuk membeli atau memproduksi sendiri, artinya apabila membeli atau memproduksi sendiri, apakah ada dana, tenaga dan fasilitasnya?.
c) Keluwesan dan kepraktisan serta ketahanan media, artinya media bisa digunakan dimanapun, dengan peralatan yang ada disekitarnya dan kapanpun serta mudah dijinjing dan dipindahkan.
d) Efektifitas biaya dalam jangkauan waktu.
Ada jenis media yang biaya produksinya mahal, namun pemanfaatannya stabil dalam jangka panjang. Misalnya film bingkai, transparan OHP, media ini lebih tahan lama dalam pemakainannya, bila dibanding brosur yang setiap kali sering merubah materi sehingga biaya pembuatannya lebih mahal.
Selain itu, pertimbangan dalam pemilihan media untuk kepentingan pembelajaran sebaiknya mempertimbangkan kriteria- kriteria sebagai berikut: (Nana, 2009:4)
1) Ketepatannya dengan tujuan pembelajaran.
2) Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran
3) Kemudahan dalam memperoleh media
4) Keterampilan guru dalam menggunakannya
5) Tersedia waktu untuk menggunakannya
6) Sesuai dengan taraf berfikir siswa.
Dengan kriteria di atas, guru dapat dengan mudah menggunakan media mana yang dianggap tepat untuk membantu mempermudah tugas- tugasnya sebagai pengajar. Pada dasarnya kehadiran media bermaksud untuk mempermudah tugas guru, bukan sebaliknya, karena apabila dipaksakan justru mempersulit tugas guru dalam menyampaikan pesan pada proses pembelajaran.
J. Pengembangan Media Pembelajaran
Dalam merencanakan pengembangan media pembelajaran, seorang guru perlu memperhatikan hal- hal sebagai berikut:
a) Analisis kebutuhan dan karaktersitik siswa adalah kesenjangan antara pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa yang kita inginkan dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki siswa sekarang
b) Tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran akan memberi arah dan pedoman serta tindakan dalam melakukan aktifitas proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus terencana dengan jelas sehingga bisa menjadi panduan aktifitas dalam mencapainya. Untuk dapat mengembangkan materi pelajaran yang mendukung pencapaian tujuan maka tujuan yang telah dirumuskan harus di analisis lebih lanjut.
c) Materi pembelajaran yang akan disampaikan harus dikembangkan dari tujuan pembelajaran yang telah di analisis sesuai dengan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Untuk melihat ketercapaian tujuan pembelajaran perlu direncanakan alat pengukur keberhasilan yang telah direncanakan sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan.
d) Alat pengukur keberhasilan belajar siswa perlu dirancang secara seksama dengan validitas yang telah teruji dan meliputi kemampuan yang komprehensif.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Subyek Penelitian
Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bayan Kabupaten Lombok Utara kelas VIIA semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 32 orang terdiri 12 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan.
B. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu dari bulan Nopember 2012 sampai dengan pertengahan Januari 2013 waktu ini meliputi kegiatan persiapan sampai penyusunan laporan penelitian dengan jadwal sebagai berikut:
C. Prosedur Penelitian
Dalam pelaksanaannya penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran IPS. Adapun langkah- langkah yang dilakukan untuk tiap siklus pembelajaran dalam prosedur penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
Siklus I
1. Tahap Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut:
a) Mendiskusikan dengan guru mata pelajaran IPS tentang permasalahan pembelajaran dan tindakan yang direncanakan, serta meminta kesediaan guru mata pelajaran IPS untuk menjadi mitra dalam pelaksanaan tindakan.
b) Menyusun perangkat pembelajaran berupa rencana pembelajaran yang disetting sebagai PTK, bahan pengajaran yang akan diberikan, menyiapkan media pembelajaran pendukung, bahan tugas untuk siswa, kisi- kisi soal, alat evaluasi serta menyusun alat evaluasi bersama guru mitra.
c) Menyusun lembar kerja sisiwa bersama guru.
d) Menyusun lembar observasi aktivitas siswa dan guru bersama guru mitra.
2. Tahap Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran IPS. Adapun kegiatannya sebagai berikut:
Pertemuan pertama
Dalam pertemuan ini membahas materi tentang mengenal berbagai macam tindakan ekonomi dengan urutan kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a) Guru memberikan pertanyaan kepada siswa “apakah kalian pernah bertindak untuk mengatasi masalah di sekolah” sebagai prasayarat untuk dapat mengikuti pembahasan materi mengenai tindakan ekonomi melalui media gambar,
b) Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menayangkan gambar lewat LCD mengenai tindakan ekonomi.
c) Guru menjelaskan rencana kegiatan dan tujuan pembelajaran.
d) Guru memberikan penjelasan mengenai cara menganalisis media gambar
e) Guru memberikan soal latihan berupa lembar kerja siswa yang dapat dikerjakan secara individu.
f) Guru berkeliling mengawasi dan memberi bimbingan kepada siswa yang kurang mengerti.
g) Setelah cukup diberi waktu 30 menit guru bersama siswa membahas soal latihan dengan cara menunjuk siswa untuk memaparkan di depan kelas, dengan bimbingan guru siswa lain mencocokkan hasil kerjanya.
h) Selesai membahas latihan- latihan soal, guru menanyakan pada siswa soal- soal manakah yang belum dikuasai ataupun yang sudah dikuasai oleh siswa.
i) Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman.
j) Guru memberikan PR kepada siswa untuk dibahas pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan kedua
Kegiatan yang dilakukan dalam pertemuan ini adalah sebagai berikut:
a) Guru membahas PR dan menerangkan soal yang dianggap sulit oleh siswa
b) Guru memberikan soal test pada siklus I dengan waktu 50 menit.
c) Guru mengoreksi hasil kerja siswa dan mempersentasikan hasil tes siklus I
3. Tahap Pengamatan (observasi)
Mengingat dalam penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru, maka pada tahap pengamatan (observasi) aktivitas belajar siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung dipantau oleh peneliti dan dibantu oleh salah seorang pengamat dengan menggunakan pedoman lembar observasi aktivitas siswa.
4. Tahap Refleksi
Pada tahap ini data- data yang diperoleh dari siklus I dikumpukan untuk dianalisis dan selanjutnya diadakan refleksi terhadap hasil analisis yang diperoleh, sehingga dapat diketahui ada tidaknya peningkatan aktivitas belajar dan minat belajar siswa sebelum tindakan dan sesudah tindakan. Aktivitas dan minat belajar inilah yang nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan pelaksanaan siklus berikutnya.
Siklus II
1. Tahap perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I baik yang berkaitan dengan sisiwa, guru ataupun perangkat, maka diadakan perencanaan ulang meliputi:
a) Pendekatan, strategi, metode dan media pembelajaran
b) Menciptakan suasana belajar yang lebih melibatkan keaktivan siswa
c) Menyusun struktur pembelajaran yang lebih efektif dan efisien
d) Pengelolaan kelas
Perencanaan yang lainnya sama sebagaimana pada perencanaan siklus pertama.
2. Tahap Tindakan
Pertemuan ketiga
Dalam pertemuan ini membahas materi mengenai motif ekonomi dengan urutan kegiatan yang dilakukan sebagai berikut:
a) Guru memberikan pertanyaan kepada siswa “apa motivasi kalian belajar di sekolah “ sebagai prasarat untuk dapat mengikuti pembahasan materi mengenai motif ekonomi.
b) Guru melaksanakan rencana kegiatan dan tujuan pembelajaran.
c) Guru menjelaskan mengenai pengertian motif ekonomi, dan serta macam- macam motif ekonomi.
d) Guru memberikan soal latihan berupa lembar kerja siswa yang dapat dikerjakan secara individu dengan media gambar.
e) Guru berkeliling mengawasi dan memberi bimbingan kepada siswa yang kurang mengerti.
f) Setelah cukup diberi waktu 30 menit guru bersama siswa membahas soal latihan dengan cara menunjuk siswa untuk memaparkan di depan kelas, dengan bimbingan guru siswa lain mencocokkan hasil kerjanya.
g) Selesai membahas latihan- latihan soal, guru menanyakan pada siswa soal- soal manakah yang belum dikuasai ataupun yang sudah dikuasai oleh siswa.
h) Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman.
i) Guru memberikan PR kepada siswa untuk dibahas pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan keempat
Dalam pertemuan ini membahas materi mengenai simbol- simbol pada peta dengan urutan kegiatan sebagai berikut:
a) Guru memberikan pertanyaan kepada siswa” apakah siswa masih mengingat motif produsen dalam memproduksi barang” sebagai prasarat untuk melanjutkan materi minggu lalu.
b) Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menunjukkan gambar orang memproduksi barang .
c) Guru menjelaskan rencana kegiatan dan tujuan pembelajaran
d) Menggunakan media gambar guru memberikan penjelasan mengenai macam-macam motif ekonomi, dll
e) Guru memberikan soal latihan siklus II berupa lembar kerja siswa yang dikerjakan secara individu melalui media gambar yang sudah disiapkan.
f) Guru berkeliling mengawasi dan memberi bimbingan kepada siswa yang kurang mengerti.
g) Setelah cukup diberi waktu 30 menit guru bersama siswa membahas soal latihan dengan cara menunjuk siswa untuk memaparkan di depan kelas, dengan bimbingan guru siswa lain mencocokkan hasil kerjanya.
h) Selesai membahas latihan- latihan soal, guru menanyakan pada siswa soal- soal manakah yang belum dikuasai ataupun yang sudah dikuasai oleh siswa.
i) Guru mengoreksi hasil kerja siswa dan mempersentasikan hasil tes siklus II
j) Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman.
k) Guru memberikan motivasi kepada siwa untuk mengulangi penjelasan mengenai materi mengenai macam-macam motif ekonomi dengan menggunakan media gambar.
3. Tahap Pengamatan (observasi)
Observasi dilakukan sebagaimana pada siklus I, yaitu pada tahap pengamatan (observasi), aktivitas siswa selama proses pembelajaran dipantau langsung oleh peneliti dan dibantu oleh salah seorang pengamat dengan menggunakan pedoman lembar observasi aktivitas siswa.
4. Tahap refleksi
Peneliti menganalisis semua tindakan kelas pada siklus II, sebagaimana yang dilakukan pada siklus I. selanjutnya peneliti melakukan refleksi. Apakah dengan media yang digunakan dalam penelitian ini akan meningkatkan minat belajar siswa.
D. Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data
Jenis data yang didapat adalah data kuantitatif dan kualitatif. Yaitu sebagai berikut:
1. Data minat siswa diambil dengan cara pemberian angket kepada siswa setelah selesai tiap siklus
2. Data aktivitas belajar siswa dan pelaksanaan pembelajaran diperoleh dari hasil pengamatan kolaborator selama pelaksanaan tindakan tiap siklus dengan menggunakan instrument observasi kegiatan guru dan siswa pada saat KBM
3. Data hasil belajar diambil dengan cara memberikan tes kepada siswa setelah selesai tindakan.

 

CONTOH : PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR

CONTOH : PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR 

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
     

Sukses dan keberhasilan dalam belajar mengajar peran guru sangat menunjang dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal. Untuk memperbaiki strategi belajar, guru perlu menentukan dan membuat perencanaan pengajaran secara seksama. Hal tersebut menuntut adanya perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas. Strategi belajar mengajar, penggunaan metode pengajaran maupun perilaku dan sikap guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangat dibutuhkan dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk mempermudah siswa dalam menerapkan pengetahuannya di masyarakat dan lingkungannya.
Guru kadang-kadang kurang menyadari bahwa siswa SD pola berpikirnya masih bersifat konkrit atau nyata. Banyak siswa yang menganggap remeh pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, karena mereka menganggap pelajaran IPS adalah pelajaran yang mudah. Menurut penelitian yang dilakukan di kelas IV, guru kelas IV lebih sering menggunakan metode ceramah, tugas kelompok dan tidak pernah menggunakan media dalam pembelajaran, sehingga siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran. Siswa tidak pernah menjawab pertanyaan dari guru karena merasa takut dan malu. Siswa juga tidak pernah mengungkapkan pendapatnya setiap diminta oleh guru.
Peneliti juga mengadakan wawancara dengan beberapa siswa, mereka memberi data yang sangat banyak tentang kebiasaan guru dalam mengajar di kelas. Guru biasanya hanya ceramah dan memberi tugas kepada siswa sehingga siswa hanya pasif menerima penjelasan dari guru dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tersebut. Guru kelas IV belum menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran IPS sehingga siswa hanya pasif dalam pembelajaran.
Melihat kenyataan tersebut dibutuhkan suatu usaha untuk meningkatkan keaktifan siswa. Salah satunya adalah dengan menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Salah satu media yang digunakan guru untuk mengaktifkan siswa adalah dengan menggunakan media gambar.
Dengan media gambar diharapkan siswa akan lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran sehingga siswa tersebut menjadi aktif bertanya, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat dalam pembelajaran. Selain menumbuhkan keaktifan siswa, dengan menggunakan media gambar guru lebih mudah menyampaikan materi karena siswa dapat melihat langsung hal-hal yang berkaitan dengan penjelasan dari guru.

D.    RUMUSAN MASALAH DAN PEMECAHANNYA
Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Bagaimana cara meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran?
2.      Bagaimana cara penggunaan media yang tepat agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran IPS?
Pemecahan masalah :
1.      Keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan dengan menggunakan media gambar.
2.      Penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPS benar-benar melibatkan siswa dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

E.     TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.      Memotivasi siswa untuk mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial
2.      Memotivasi siswa untuk selalu terlibat aktif dalam pembelajaran
3.      Melibatkan siswa dalam proses pembelajaran



F.     MANFAAT HASIL PENELITIAN
1.      Manfaat Teoritis
Siswa mampu meningkatkan keaktifan dalam pembelajaran IPS.
2.      Manfaat Praktis
  1. Bagi siswa
–        Menumbuhkan keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan dari guru.
–        Menumbuhkan keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat.
  1. Bagi guru
–        Memudahkan dalam menyampaikan materi.
–        Menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi guru.
–        Mengembangkan kreativitas guru dalam melaksanakan pembelajaran.
  1. Bagi sekolah
Meningkatkan kualitas sekolah.

G.    KAJIAN PUSTAKA
1.      Hakikat Media
1.1     Pengertian Media
a.         Secara harafiah kata “media” berasal dari bahasa Latin, yang merupakan bentuk jamak dari “medium” yang berarti perantara atau alat (sarana) untuk mencapai sesuatu. Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi.
b.         Sedangkan Education Association (NEA) dalam Bahan Ajar Cetak Pengembangan Pendidikan PKn SD oleh Ruminiati mendefinisikan media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional.
c.         Lebih jelas lagi Koyo K dan Zulkarimen Nst (1983) dalam Bahan Ajar Cetak Pengembangan Pendidikan PKn SD oleh Ruminiati mendefinisikan media sebagai berikut : “Media adalah sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan seseorang sehingga dapat mendorong tercapainya proses belajar pada dirinya.
Dari tiga definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa, sehingga dapat terjadi proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara efektif memungkinkan siswa dapat belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
1.2     Fungsi Media Pembelajaran
Beberapa fungsi dari media pembelajaran antara lain :
a.         Berperan sebagai komponen yang membantu mempermudah / memperjelas materi atau pesan pembelajaran dalam proses pembelajaran.
b.         Membuat pembelajaran menjadi menarik
c.         Membuat pembelajaran lebih realistis / obyektif
d.        Menjangkau sasaran yang luas
e.         Menghilangkan verbalisme yang hanya bersifat kata-kata
2.      Hakikat Media Gambar
Pengertian Media Gambar
Media gambar adalah bentuk bahan pembelajaran yang didesain dalam bentuk gambar. Guru dapat menggambar benda-benda yang sesuai dengan materi yang diajarkan agar siswa menjadi tertarik dan aktif dalam pembelajaran.
Kelebihan Media Gambar
a.         Sifatnya konkrit, gambar lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
b.         Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, obyek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas.
c.         Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
d.        Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
e.         Murah harganya dan gampang didapat serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus.
Syarat media gambar yang baik untuk media pendidikan. Gambar dapat digunakan sebagai media pendidikan apabila mempunyai syarat :
a.         Harus autentik
Gambar tersebut haruslah secara jujur melukiskan situasi seperti orang melihat benda sebenarnya.
b.         Sederhana
Komposisinya hendaknya cukup jelas menunjukkan poin-poin pokok gambar.
c.         Ukuran relatif
Gambar dapat membesarkan atau memperkecil objek / benda sebenarnya.
d.        Gambar sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan
Gambar yang baik tidaklah menunjukkan objek dalam keadaan diam tetapi memperlihatkan aktivitas tertentu.
e.         Gambar yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Walaupun dari segi mutu kurang, gambar karya siswa sendiri seringkali lebih baik.
f.          Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus. Sebagai media yang baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.


Jumat, 16 Juni 2017

PTK SD Mapel IPA Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6

PTK SD Mapel IPA Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
    


Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang kami tuliskan kali ini merupakan rangkaian tulisan bertopik Penelitian Tindakan Kelas.


Kali ini, kami menyajikan kumpulan judul PTK untuk sekolah dasar/SD dan MI dengan mata pelajaran atau bidang studi ilmu pengetahuan alam (IPA) yang dapat di-download atau diunduh secara gratis.

Jika berada di halaman ini, Anda sangat beruntung karena kami menyajikan beberapa judul PTK SD IPA yang semuanya lengkap. Artinya, judul-judul PTK yang kami sajikan dimulai dari judul hingga penutup dan daftar pustaka.

Harapan kami tentu saja Anda dapat memanfaatkan contoh penelitian tindakan kelas/PTK yang kami sajikan sebagai acuan atau referensi dalam membuat karya PTK Anda. Kami memastikan bahwa contoh PTK yang Anda download berasal dari sumber yang terbuka, yaitu dari perpustakaan digital Unnes. Anda pun sebenarnya dapat mengunduhnya di sumber langsungnya. Namun demikian, Anda diharuskan melakukan pemindaian karena tidak semua karya dapat diunduh secara utuh. Jadi dengan membaca situs ini, Anda menghemat waktu dan kuota.....hehehe.

Nah, silahkan cermati satu per satu judul yang cocok buat Anda. Jangan lupa di-download ya. Monggo disimak!
  • PENELITIAN TINDAKAN KELAS/PTK SD IPA KELAS TENTANG PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL DIRECT INSTRUCTION (DI) DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS V SDN GUNUNGPATI 02 SEMARANG
Kata Kunci: penelitian tindakan kelas, ptk, sekolah dasar, SD, kelas 5, ilmu pengetahuan alam, ipa, pembelajaran, model, direct instruction, media, audiovisual
Download File pdf-nya Di Sini



  • PENELITIAN TINDAKAN KELAS/PTK SD IPA KELAS 4 TENTANG PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS IV SDN PURWOYOSO 01 SEMARANG
Kata Kunci: penelitian tindakan kelas, ptk, sekolah dasar, SD, kelas 4, ilmu pengetahuan alam, ipa, pembelajaran, model, problem based learning
Download File pdf-nya Di Sini
  • PENELITIAN TINDAKAN KELAS/PTK SD IPA KELAS 4 TENTANG PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA LOOP CARDS PADA SISWA KELAS VC SD NEGERI PURWOYOSO 03
Kata Kunci: penelitian tindakan kelas, ptk, sekolah dasar, SD, kelas 4, ilmu pengetahuan alam, ipa, pembelajaran, model, mind mapping
Download File pdf-nya Di Sini
  • PENELITIAN TINDAKAN KELAS/PTK SD IPA KELAS 4 TENTANG PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL COURSE REVIEW HORAY (CRH) BERBANTUAN MEDIA CD INTERAKTIF PADA SISWA KELAS IV SDN GUNUNGPATI 01 SEMARANG
Kata Kunci: penelitian tindakan kelas, ptk, sekolah dasar, SD, kelas 4, ilmu pengetahuan alam, ipa, pembelajaran, model, course review horay, media cd interaktif
Download File pdf-nya Di Sini
  • PENELITIAN TINDAKAN KELAS/PTK SD IPA KELAS 4 TENTANG PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS VA SDN PURWOYOSO 03 KOTA SEMARANG

 

PAKET PTK SD/MI KELAS 1

PAKET PTK SD/MI KELAS 1

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
    



IPA
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN  MEDIA ALAM SEKITAR DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS I SEMESTER II SD NEGERI 3 ............ KECAMATAN ............ TAHUN PELAJARAN 2008/2009
BHS INDONESIA
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR
(Penelitian Tindakan Kelas di Kelas I SDN
MTK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA  SISWA KELAS I PADA POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN  CACAH DENGAN PERMAINAN KARTU BRIDGE DI SDN 2 .................. KECAMATAN ..................
BHS INDONESIA
PENERAPAN METODE SILABA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas I SD)
BHS. INDONESIA
UPAYA GURU MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI KELAS I SDN INPRES