PTK:MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA VISUAL
Cuma 350ribu sampai-500ribu.
Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum
pendidikan yang diajarkan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga
perguruan tinggi. IPS memuat tentang ilmu ilmu sosial yang pada
hakekatnya menganjarkan anak didik agar memiliki rasa sosial tinggi
dalam kehidupannya. Melalui pembelajaran IPS diharapkan siswa dapat
mengetahui keragaman bangsanya, keragaman budayanya, sejarah bangsanya
serta keadaan alamnya. Pembelajaran IPS dirancang untuk membimbing dan
merefleksikan kemampuan siswa dalam kehidupan bermasyarakat yang
senantiasa berubah dan berkembang terus menerus. Hal ini merupakan
tantangan yang sangat berat mengingat masyarakat secara global selalu
mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu diperlukan suatu
pengetahuan yang dapat menunjang pengembangan kreatifitas guru dalam
mengajar. Pengembangan kreatifitas dan kemampuan guru ditujukan untuk
menghindari permasalahan yang muncul dari diri siswa selama mengikuti
pembelajaran IPS, karena melalui pembelajaran IPS ini diharapkan siswa
dapat mengembangkan kemampuan dan sikap yang rasional tentang gejala-
gejala sosial serta perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia, baik di
masa lampau dan masa kini maupun masa yang akan datang.
Dalam pembelajaran IPS guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan dan penuh antusias bagi siswa. Dalam kegiatan pembelajaran
IPS yang menyenangkan guru harus didukung oleh alat belajar yang
menarik minat belajar sehingga siswa tidak merasa bosan selama mengikuti
pembelajaran, sebagaimana dikemukakan oleh Samlawi Fakih (1992) bahwa
mata pelajaran IPS adalah mata pelajaran yang membosankan, oleh karena
itu diperlukan media yang dapat menarik minat siswa untuk belajar.
Menyinggung tentang media pembelajaran kita harus menggunakan media
pembelajaran tersebut dengan benar dan tepat untuk menunjang proses
belajar mengajar yang dilaksanakan, dalam hal ini media yang tepat dapat
merangsang siswa untuk lebih mengerti dan memahami materi yang
diajarkan. Menurut Gagne (dalam Amidun Rasyad dan Darhim, 1996 –
1997:97) “media adalah jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsang untuk belajar“. Belajar bukan saja melulu penerapan teori
semata dan pembelajaran di ruang kelas, tetapi lebih dari itu belajar
merupakan cara yang kompleks untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia sebuah bangsa. Oleh sebab itu, ketepatan memilih media
pembelajaran merupakan faktor pendukung dalam sukses tidaknya guru
mendidik murid menjadi generasi yang dapat diandalkan dan dibanggakan
kelak. Oleh karena itu guru harus menggunakan media pembelajaran yang
tidak saja membuat porses pembelajaran menjadi menarik, tetapi juga
memberikan ruang bagi murid untuk berkreasi dan terlibat secara aktif
sepanjang proses pembelajaran. Sehingga aspek kognitif ,afektif dan
psikomotorik murid pun dapat berkembang maksimal secara bersamaan tanpa
mengalami pendistorsian salah satunya. Kenyataan apa yang menjadi
harapan dan tujuan di atas belum sepenuhnya terpenuhi. Namun usaha ke
arah itu senantiasa dilakukan oleh seluruh elemen pendidikan Hal ini
menunjukkan bahwa dengan penggunaan media yang tepat dalam pembelajaran
akan menarik minat belajar siswa terutama pada mata pelajaran IPS.
Dengan media yang menarik materi pelajaran akan mudah diserap oleh
siswa, karena dengan menggunakan media dapat mempermudah pemahaman
belajar anak dalam pencapaian tujuan pengajaran. Berdasarkan hasil
observasi di SMP Negeri 1 Bayan, pembelajaran IPS belum sesuai
diharapkan. Hal ini disebabkan oleh: 1). Kurangnya keterampilan guru
dalam memilih media yang tepat dalam pembelajaran, 2). Kurangnya
keterampilan guru untuk memanfaatkan media.
3). Minat belajar siswa kurang atau belum sesuai dengan apa yang diharapkan.
Untuk itu diperlukan alat atau media yang dapat menarik minat siswa.
Materi tentang tindakan ekonomi dan motif ekonomi adalah salah satu
materi pada pelajaran IPS kelas VII semester 1, tetapi ternyata guru
dalam melaksanakan pembelajaran kebanyakan masih bersifat konvensional,
artinya guru masih mendominasi jalannya pembelajaran dan belum
memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal sehingga pembelajaran
yang dilakukan cenderung kurang menarik siswa. Selain itu guru belum
sepenuhnya memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial. Kebanyakan masih menggunakan alat peraga lembar kerja yang
dibeli dari penerbit yang belum sesuai dengan kebutuhan siswa.. Untuk
mengatasi hal itu perlu diadakan uji coba menggunakan media pembelajaran
yang murah dan sederhana yang mudah dipahami siswa yaitu melalui media
visual
Media pembelajaran yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah media
yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar khususnya pada
mata pelajaran IPS terutama pada materi tentang tindakan ekonomi dan
motif ekonomi. Adapun media tersebut adalah media visual. Harapan
selanjutnya adalah ingin memperbaiki proses pembelajaran dengan
memanfaatkan penggunaan alat peraga dan media visual yang murah meriah,
mudah didapat . Diharapkan dengan menggunakan media visual lebih
mewarnai proses pembelajaran agar pembelajaran lebih bermakna, materi
mudah dipamai siswa, bergairah serta bernuansa PAKEM (Aktif, Kreatif,
Efektif dan Menyenangkan). Disisi lain siswa pun akhirnya akan lebih
akrab dan lebih berminat belajar IPS. Dan prestasi belajar siswa
meningkat. Berdasarkan uraian di atas maka penulis melaksanakan
penelitian tindakan kelas mengenai ”Meningkatkan Minat Belajar Siswa
Melalui Media Visual pada Materi Tindakan Ekonomi dan Motif Ekonomi
Mata Pelajaran IPS Kelas VII.2 SMP Negeri 1 Bayan Kabupaten Lombok
Utara”.
B. Masalah Penelitian
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang maka permasalahan dapat diidentifikasi sebagai berikut:
a) Kurangnya keterampilan guru dalam memilih media yang tepat dalam pembelajaran
b) Guru belum memanfaatkan ataupun menggunakan media visual
c) Minat belajar siswa kurang atau belum sesuai dengan apa yang diharapkan.
2. PerumusanMasalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “apakah penggunaan media
visual dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VII.2 khususnya
materi Tindakan Ekonomi dan Motif Ekonomi pada mata pelajaran IPS SMP
Negeri 1 Bayan”.
C. Pemecahan Masalah
Dalam upaya memecahkan permasalahan tentang rendahnya minat belajar
siswa dalam pembelajaran IPS, proses pembelajaran akan dilakukan dengan
menggunakan media visual.
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru ( peneliti )
melalui penggunaan media visual sehingga proses pembelajaran akan lebih
baik.
2. Untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran.IPS dengan menggunakan media visual
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:
1. Untuk Sekolah:
Sebagai bahan masukan agar dapat mengetahui strategi pembelajaran yang
bervariasi dalam memperbaiki dan meningkatkan kreatifitas pembelajaran
IPS melalui media gambar.
2. Untuk Guru :
Sebagai bahan masukan untuk mendapatkan pengetahuan dan teori baru
tentang meningkatkan minat belajar siswa melalui media visual mata
pelajaran IPS kelas VIIA SMP Negeri 1 Bayan, khususnya materi tindakan
ekonomi dan motif ekonomi.
3. Untuk Siswa:
Dapat meningkatkan minat siswa dalam proses pembelajaran IPS pada siswa
kelas VII.2 SMP Negeri 1 Bayan baik pada aspek kognitif, afektif maupun
psikomotor, serta keaktifan dan kreatifitas siswa dalam pembelajaran.
4. Bagi peneliti:
Penelitian akan menambah pengalaman dan wawasan dalam menentukan cara
yang dilakukan dalam kegiatan belajar IPS agar proses pembelajaran
berlangsung dengan baik.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Minat
Minat adalah sesuatu yang sangat penting bagi seseorang untuk melakukan
suatu aktivitas. Dengan minat orang akan berusaha mencapai tujuannya.
Oleh karena itu minat dikatakan sebagai salah satu aspek psikis manusia
yang dapat mendorong untuk mencapai tujuan.
Ada dua aspek yang dikandung oleh minat antara lain aspek kognitif dan
aspek afektif. Aspek kognitif mengandung pengertian bahwa minat selalu
didahului oleh pengetahuan, pengetahuan, pemahaman dan konsep yang
diperoleh dan dikembangkan dan pengalaman atau hasil interaksi dengan
lingkungannya. Aspek afektif menunjukkan pada derajat emosional yang
dinyatakan dalam bentuk proses menilai untuk menentukan kegiatan yang
disenangi. Jadi, suatu aktivitas bila disertai dengan minat individu
yang kuat, maka ia akan mencurahkan perhatiannya dengan baik terhadap
aktivitas tersebut. Aspek minat manusia dalam mengikuti pembelajaran IPS
sangat kuat, maka akan merupakan dasar pula untuk menciptakan situasi
pembelajaran yang kondusif, yang dapat memenuhi keinginan siswa untuk
belajar disertai perhatian yang besar.
Sedangkan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahwa minat untuk
mempelajari IPS merupakan faktor intern yang mendorong dan mempengaruhi
tingkah laku seseorang untuk merasa tertarik dan menunjukkan perhatian
terhadap proses pembelajaran IPS.
B. Belajar
Sardiman (2004:2) mengatakan belajar adalah usaha mengubah tingkah laku.
Arthur J. Gates dalam Fudyartanto (2002:150) menjelaskan bahawa belajar
adalah perubahan tingkah laku melalui pengalaman dan latihan,
selanjutnya Hamalik (1994:36) belajar adalah modifikasi atau
mempengaruhi kelakuan melalui pengalaman. Menurut pengertian ini belajar
adalah merupakan suatu proses kegiatan dan bukan suatu hasil atau
tujuan. Belajar bukan saja mengingat, akan tetapi lebih luas daripada
itu, yakni mengalami.Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan perbaikan kelakuan.
C. Minat Belajar
Minat belajar siswa adalah model bagi siswa untuk melakukan aktivitas
belajar dalam usaha mencapai perubahan perilaku. Perubahan perilaku yang
dimaksudkan adalah dari perilaku tidak tahu menjadi tahu dan dari
perilaku tidak mengetahui menjadi perilaku mengetahui.
Minat pada umumnya sudah terdapat dalam diri seseorang. Akan tetapi
biasanya minat juga dapat dipengaruhi oleh sesuatu yang berasal dari
luar atau yang sering disebut motivasi atau dorongan. Jika minat yang
terdapat dalam diri seseorang sudah cukup kuat, maka dorongan yang
berasal dari luar relatif kurang diperlukan. Tetapi sebaliknya, jika
seseorang kurang memiliki minat, maka diperlukan dorongan dari luar atau
motivasi ekstrinsik yang relatif kuat.
D. Media
Media secara khusus diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan
untuk membawa informasi dari satu sumber kepada penerima. Dikaitkan
dengan pembelajaran, media dimaksud sebagai alat komunikasi yang
digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa
materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik
menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Media merupakan wahana penyuluh informasi belajar atau penyalur pesan
berupa materi ajar oleh guru kepada siswa menjadi lebih dengan
pembelajaran yang dilakukan. Media sengaja dilakukan dengan leluasa,
akalanya kita harus membuat sendiri.
Menurut Rahadi Aristi ( 2004:7) “ Media umumnya adalah segala sesuatu
yuang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima
informasi. Istilah media ini sangat popular dalam bidang komunikasi,
proses belajar mengajara pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi,
sehingga media dalam pembelajaran disebut sebagai media pembelajaran.
E. Media Visual /Gambar
Media gambar termasuk ke dalam media visual. Sama dengan media lain,
yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan penerima sumber ke penerima
pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol
komunikasi visual. Supaya proses penyampaian pesan dapat berhasil dan
efisien, simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar. Secara khusus
gambar berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas penyajian
ide, menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan
bila tidak digrafiskan.
Media visual/ gambar berbentuk dua dimensi karena hanya memiliki
ukuran panjang dan lebar. Yang termasuk media ganbar adalah gambar,
foto, grafik, bagan atau diagram, kartun, komik, poster, peta dan
lain-lain. Media gambar telah sesuai dengan kemajuan teknologi seperti
gambar fotografi. Gambar fotografi bisa diperoleh dari berbagai
sumber.gambar yang diperoleh dari berbagai sumber dapat dipergunakan
oleh guru secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar pada tiap
jenjang pendidikan dan berbagai displin ilmu (Sudjana 2000: 78).
1. Kelebihan Media visual/Gambar
a) Sifatnya konkret, gambar lebih realitis menunjukkan masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
b) Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.peristiwa-peristiwa
yang terjadi di masa lampau tidak kita bisa lihat seperti apa adanya.
Gambar amat berguna dalam hal ini.
c) Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
d) Gambar dapat mamperjelas suatu masalah.
e) Siswa mudah memahaminya.
f) Bisa menampilkan gambar, grafik, atau diagram
g) Bisa dipergunakan di dalam kelas, di rumah maupun dalam perjalanan dalam kendaraan.
h) Dapat dipergunakan tidak hanya untuk satu orang.
i) Dapat dipergunakan untuk memberikan umpan balik.
2. Kelemahan Media visual/Gambar
a) Gambar hanya menekankan persepsi indera mata.
b) Gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.
c) Ukuranya sangat terbatas untuk kelompok besar.
d) (Gambar suilit di cari karena sejarah mempelajari masa lalu, dan kejadian masa lalu sulit untuk diabadikan.
e) Tidak semua kejadian masa lalu dapat dibuat gambarnya
3. Pengertian Media Pembelajaran visual/Gambar
Media grafis termasuk kedalam media visual sama dengan media lain, media
grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dan penerima sumber kepenerima
pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol
komunikasi visual. Supaya proses penyampaian pesan dapat berhasil dan
efisien, simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar. Secara khusus
grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, mmperjelas sajian ide,
menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila
tidak digrafiskan.
Pembuatan media grafis sederhana dan mudah jika ditinjau dari segi biaya
juga relatif murah. Banyak sekali jenis media gambar. Media gambar
merupakan bahasa yang umum yang dapat dimenggerti dan dipahami
dimana-mana.
Media pembelajaran gambar mempunyai beberapa kelebihan (Sadiman,2003:
29-31) yaitu, sifatnya konkrit, gambar dapat mengatasi batasan ruang dan
waktu, media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita, dapat
memperjelas suatu masalah, gambar juga dapat digunakan tanpa memerlukan
alat khusus.
Namun selain itu gambar mempunyai beberapa kelemahan yaitu hanya
menekankan persepsi indera mata, gambar benda yang terlalu kompleks
kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran, ukurannya sangat terbatas
untuk kelompok besar. Ada beberapa syarat harus dipenuhi supaya gambar
itu baik sebagai media pendidikan setidaknya gambar itu akan cocok
dengan tujuan pendidikan. Gambar tersebut harus otentik, sederhana dan
ukuran relative serta gambar sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan,
gambar hendaknya harus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai (Sadiman, 2003: 29-31).
Dalam upaya untuk pembelajaran atau membelajarkan siswa, peranan dan
fungsi media pembelajaran ialah sebagai media komunikasi yang dipakai
dalam kegiatan belajar mengajar. Proses belajar mengajar pada hakekatnya
adalah proses skomunikasi yaitu proses penyampain pesan melalui saluran
atau media tertentu ke penerima pesan.
Sumber pesan, saluran atau media dan penerima pesan adalah
komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan disampaikan adalah
isi atau ajaran didikan yang ada dalam kurikulum, sumber pesannya bisa
guru, siswa orang lain atau penulis buku dan produser media, salurannya
adalah media pendidikan dan penerima pesannya yaitu siswa atau juga
guru.
Di dalam pembelajaran sebagai proses komunikasi terdapat kendala-kendala
atau gangguan yang mempengaruhinya yang disebut noise.
Gangguan-gangguan ini dapat berupa hambatan psikologis seperti:
kurangnya minat, rendahnya intelegensi, kualitas seperti: kelelahan,
keterbatasan daya indera dan hambatan kultural seperti: kebiasaan serta
hambatan yang berasal dari lingkungan. Perbedaan gaya mengajar , minat,
intelegensi, keterbatasn daya indera, cacat tubuh atau hambatan jarak
geografis, jarak waktu dan lain-lain dapat dibantu dengan pemanfaatan
media pendidikan.
Media sebagai salah satu sumber belajar yang dapat membantu guru dan
siswa dalam mengatasi hambata-hambatan yang ada. Oleh karena itu dapat
dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala jenis sarana yang dapat
di indera yang digunakan dalam proses belajar-mengajar untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran
(Sadiman dkk, 2003: 12-13).
Dengan demikian media pembelajaran merupakan bagian integral dari proses
belajar-mengajar dan bertumpu pada tujuan, materi, pendekatan, metode
dan evaluasi pembelajaran ada dua unsur yang terkandung dalam media
pembelajaran yaitu: (1) pesan atau bahan pembelajaran yang akan
disampaikan, dengan istilah lain yang disebut perangkat lunak (sofware)
dan (2) perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai alat belajar
dan alat bantu belajar.
Dengan penggunaan media guru dan siswa diharapkan dapat berkomunikasi
lebih baik, mantap dan kelas menjadi hidup. Penggunaan media secara
kreatif dapat memungkinkan siswa belajar lebih banyak, mencamkan apa
yang dipelajarinya dengan baik dan meningkatkan performan siswa sesuai
dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Macam-macam media
pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar dapat
dikelompokan sebagai berikut:
1) Bahan publikasi: koran, majalah, buku.
2) Bahan bergambar: gambar, bagan, peta, poster, foto, lukisan, grafik, dan diagram.
3) Bahan pameran: buletin board, papan flanel, papan magnet, papan demonstrasi.
4) Bahan proyeksi: film-film strip, slide trnsparan, OHP.
5) Bahan rekaman audio: tape kaset, VCD.
6) Bahan produksi: kamera, tape recorder.
7) Bahan siaran: pogaram radio, program televisi.
8) Bahan pandan dengar (audio visual) : TV, film bersuara, slaide bersuara.
9) Bahan medel atau benda tiruan, selain masih ada lagi media yang kita
kenal antara lain: pertunjukan wayang kulit dan wayang boneka.
4. Pemanfaatan Media visual/Gambar Dalam Pembelajaran IPS
Pemanfaatan media gambar sejarah diperlukan strategi yang tepat, hal ini
dimaksudkan agar pelajaran tidak terjebak pada sifat monoton dan siswa
tidak hanya menonton. Pembelajaran sejarah dengan diawali media gambar
akan membawa suasana belajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan,
kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan atau menuliskan sejarah yang
disajikan dalam gambar.
F. Prosedur Penggunaan Media Pembelajaran
Telah diuraikan sebelumnya bahwa pembelajaran seharusnya dipilih secara
sistematis, agar dapat digunakan secara efektif dan efisien.
Ada tiga hal pokok dalam prosedur penggunaan media yang perlu diketahui yaitu sebagai berikut :
1. Persiapan
Langkah ini dilakukan sebelum menggunakan media. Ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan agar penggunaan media dapat dipersiapkan dengan baik,
yaitu buku pelajaran, buku petunjuk atau bahan penunjang lainya.
Kemudian diikuti petunjuk didalamnya, siapkan pelajaran yang diperlukan
untuk menggunakan media yang dimaksud, tetapkan apakah media tersebut
digunakan secara individual atau kelompok, yakni bahwa semua peserta
dapat melihat, mendengar pesan- pesan pengajaran yang baik.
2. Pelaksanaan
Satu hal yang perlu diperhatikan selama menggunakan media pengajaran
yaitu, hindari kejadian-kejadian yang dapat mengganggu ketenangan,
perhatian dan konsentrasi peserta.
3. Tindak lanjut
Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman peserta didik
terhadap pokok- pokok materi atau pesan pengajaran yang hendak
disampaikan melalui media tersebut, selanjutnya pada beberapa media
dilengkapi dengan evaluasi maka langkah ini dimaksud pula untuk melihat
tercapai atau tidaknya tujuan yang ditetapkan, karena tindak lanjut ini
ditandai dengan kegiatan diskusi, tes, percobaan, observasi, latihan,
remediasi dan pengayaan. Dengan media, kesulitan tersebut bisa diatasi
dengan cara: Memberikan perangsang yang sama, mempersamakan pengalaman,
dan menimbulkan persepsi yang sama.
Selain itu, pemanfaatan media pengajaran bisa meningkatkan kualitas
proses pembelajaran dan meningkatkan gairah siswa dalam kegiatan
pembelajaran. Mengapa media mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan
gairah siswa dalam kegiatan pembelajaran? Nana (2007), mengemukakan
media dapat meningkatkan gairah belajar siswa
a) Kegiatan pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan minat siswa
b) Bahan pembelajaran akan lebih jelas dan bermakna sehingga lebih
mudah dipahami siswa dan memungkinkan siswa untuk menguasai tujuan
pembelajaran yang lebih baik
c) Metode mengajar akan lebih bervariasi, bukan hanya komunikasi verbal
melalui penuturan kata- kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan
guru tidak kecakepan dalam mengajar.
d) Siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru tetapi juga aktifitas lainnya seperti
mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
e) Taraf berfikir siswa akan meningkat sesuai dengan tahap perkembangan
kognitif, yang dimulai dari berfikir kongkret menuju ke abstrak, di
mulai dari taraf berfikir sederhana menuju berfikir kompleks. Misalnya
penggunaan peta dan globe dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) pada dasarnya merupakan penyederhaan dan pengkongkretan dari
konsep geografi, sehingga bumi ini dapat dipelajari dengan wujud yang
jelas.
Selanjutnya Nan mengemukakan bahwa beberapa hasil penelitian juga
menyimpulkan penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran
menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kegiatan
pembelajaran yang tidak menggunakan media pembelajaran. Hasil penelitian
tersebut menyarankan pentingnya penggunaan media pembelajaran untuk
meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
G. Karakteristik Media Pembelajaran
Media pembelajaran memiliki jenis- jenis dan beraneka macamnya. Untuk
mengefektifkan pemanfaatan media, perlu diusahakan klasifikasi dan
pengelompokan berdasarkan maksud dan tujuannya.
Karakteristik juga dapat dilihat dari kemampuan membangkitkan rangsangan
indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan maupun penciuman.
Karakteristik media, menurut Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan
media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Karakteristik atau ciri-
ciri media pembelajaran merupakan salah satu dasar dalam menentukan
strategi pembelajaran.
H. Jenis- Jenis Media Pembelajaran
Pengelompokan berbagai jenis media dilihat dari segi perkembangan
teknologi, menurut Seels & Glasgow (1990) dibagi ke dalam dua
kategori, yaitu media tradisional dan media teknologi mutakhir.
1. Media Tradisional
a) Visual diam yang diprayeksikan : proyeksi opaque (tak tembus pandang), proyeksi overhead, slides dan film strips
b) Visual yang tak diproyeksikan : gambar, poster, foto, chart, grafik,
diagram dan pameran, papan info, papan tempel Audio: rekaman piringan,
pita kaset
c) Penyajian multimedia : slide plus suara, multi image
d) Visual dinamis yang diproyeksikan : film, televisi, video
e) Cetak: buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah dan handout
f) Permainan: teka-teki, simulasi, permainan papan
g) Realita: model, specimen (contoh), manipulatif (peta, boneka)
2. Media teknologi Mutakhir
a) Media berbasis telekomunikasi: telekonferen, kuliah jarak jauh
b) Media berbasis mikroprosesor: computer assisted instruction,
permainan komputer, sistem tutor intelijen, interaktif, hypermedia dan
compact (video) disc.
I. Kriteria- Pemilihan Media Pembelajaran
Pengembangan media harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai,
kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat
khasnya (karakteristik) media yang bersangkutan. Pemilihan media
sebaiknya tidak lepas dari konteksnya bahwa media merupakan komponen
dari sistem instruksional secara keseluruhan.
Menurut Dick dan Carey (1978) ada empat faktor yang perlu menjadi
pertimbangan dalam memilih dan menentukan media pembelajaran, yaitu:
a) Ketersediaan sumber setempat, artinya bila media tidak terdapat pada sumber yang ada, harus dibeli atau dibuat sendiri.
b) Ketersediaan dana untuk membeli atau memproduksi sendiri, artinya
apabila membeli atau memproduksi sendiri, apakah ada dana, tenaga dan
fasilitasnya?.
c) Keluwesan dan kepraktisan serta ketahanan media, artinya media bisa
digunakan dimanapun, dengan peralatan yang ada disekitarnya dan kapanpun
serta mudah dijinjing dan dipindahkan.
d) Efektifitas biaya dalam jangkauan waktu.
Ada jenis media yang biaya produksinya mahal, namun pemanfaatannya
stabil dalam jangka panjang. Misalnya film bingkai, transparan OHP,
media ini lebih tahan lama dalam pemakainannya, bila dibanding brosur
yang setiap kali sering merubah materi sehingga biaya pembuatannya lebih
mahal.
Selain itu, pertimbangan dalam pemilihan media untuk kepentingan
pembelajaran sebaiknya mempertimbangkan kriteria- kriteria sebagai
berikut: (Nana, 2009:4)
1) Ketepatannya dengan tujuan pembelajaran.
2) Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran
3) Kemudahan dalam memperoleh media
4) Keterampilan guru dalam menggunakannya
5) Tersedia waktu untuk menggunakannya
6) Sesuai dengan taraf berfikir siswa.
Dengan kriteria di atas, guru dapat dengan mudah menggunakan media mana
yang dianggap tepat untuk membantu mempermudah tugas- tugasnya sebagai
pengajar. Pada dasarnya kehadiran media bermaksud untuk mempermudah
tugas guru, bukan sebaliknya, karena apabila dipaksakan justru
mempersulit tugas guru dalam menyampaikan pesan pada proses
pembelajaran.
J. Pengembangan Media Pembelajaran
Dalam merencanakan pengembangan media pembelajaran, seorang guru perlu memperhatikan hal- hal sebagai berikut:
a) Analisis kebutuhan dan karaktersitik siswa adalah kesenjangan antara
pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa yang kita inginkan dengan
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki siswa sekarang
b) Tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran
akan memberi arah dan pedoman serta tindakan dalam melakukan aktifitas
proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus terencana dengan jelas
sehingga bisa menjadi panduan aktifitas dalam mencapainya. Untuk dapat
mengembangkan materi pelajaran yang mendukung pencapaian tujuan maka
tujuan yang telah dirumuskan harus di analisis lebih lanjut.
c) Materi pembelajaran yang akan disampaikan harus dikembangkan dari
tujuan pembelajaran yang telah di analisis sesuai dengan sesuai dengan
kebutuhan dan karakteristik siswa. Untuk melihat ketercapaian tujuan
pembelajaran perlu direncanakan alat pengukur keberhasilan yang telah
direncanakan sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan.
d) Alat pengukur keberhasilan belajar siswa perlu dirancang secara
seksama dengan validitas yang telah teruji dan meliputi kemampuan yang
komprehensif.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Subyek Penelitian
Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bayan
Kabupaten Lombok Utara kelas VIIA semester 1 tahun pelajaran 2012/2013
dengan jumlah siswa 32 orang terdiri 12 siswa laki-laki dan 20 siswa
perempuan.
B. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu dari bulan Nopember
2012 sampai dengan pertengahan Januari 2013 waktu ini meliputi kegiatan
persiapan sampai penyusunan laporan penelitian dengan jadwal sebagai
berikut:
C. Prosedur Penelitian
Dalam pelaksanaannya penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dengan
guru mata pelajaran IPS. Adapun langkah- langkah yang dilakukan untuk
tiap siklus pembelajaran dalam prosedur penelitian tindakan kelas ini
adalah sebagai berikut:
Siklus I
1. Tahap Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut:
a) Mendiskusikan dengan guru mata pelajaran IPS tentang permasalahan
pembelajaran dan tindakan yang direncanakan, serta meminta kesediaan
guru mata pelajaran IPS untuk menjadi mitra dalam pelaksanaan tindakan.
b) Menyusun perangkat pembelajaran berupa rencana pembelajaran yang
disetting sebagai PTK, bahan pengajaran yang akan diberikan, menyiapkan
media pembelajaran pendukung, bahan tugas untuk siswa, kisi- kisi soal,
alat evaluasi serta menyusun alat evaluasi bersama guru mitra.
c) Menyusun lembar kerja sisiwa bersama guru.
d) Menyusun lembar observasi aktivitas siswa dan guru bersama guru mitra.
2. Tahap Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran IPS. Adapun kegiatannya sebagai berikut:
Pertemuan pertama
Dalam pertemuan ini membahas materi tentang mengenal berbagai macam
tindakan ekonomi dengan urutan kegiatan yang dilakukan adalah sebagai
berikut:
a) Guru memberikan pertanyaan kepada siswa “apakah kalian pernah
bertindak untuk mengatasi masalah di sekolah” sebagai prasayarat untuk
dapat mengikuti pembahasan materi mengenai tindakan ekonomi melalui
media gambar,
b) Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menayangkan gambar lewat LCD mengenai tindakan ekonomi.
c) Guru menjelaskan rencana kegiatan dan tujuan pembelajaran.
d) Guru memberikan penjelasan mengenai cara menganalisis media gambar
e) Guru memberikan soal latihan berupa lembar kerja siswa yang dapat dikerjakan secara individu.
f) Guru berkeliling mengawasi dan memberi bimbingan kepada siswa yang kurang mengerti.
g) Setelah cukup diberi waktu 30 menit guru bersama siswa membahas soal
latihan dengan cara menunjuk siswa untuk memaparkan di depan kelas,
dengan bimbingan guru siswa lain mencocokkan hasil kerjanya.
h) Selesai membahas latihan- latihan soal, guru menanyakan pada siswa
soal- soal manakah yang belum dikuasai ataupun yang sudah dikuasai oleh
siswa.
i) Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman.
j) Guru memberikan PR kepada siswa untuk dibahas pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan kedua
Kegiatan yang dilakukan dalam pertemuan ini adalah sebagai berikut:
a) Guru membahas PR dan menerangkan soal yang dianggap sulit oleh siswa
b) Guru memberikan soal test pada siklus I dengan waktu 50 menit.
c) Guru mengoreksi hasil kerja siswa dan mempersentasikan hasil tes siklus I
3. Tahap Pengamatan (observasi)
Mengingat dalam penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan
guru, maka pada tahap pengamatan (observasi) aktivitas belajar siswa
selama kegiatan pembelajaran berlangsung dipantau oleh peneliti dan
dibantu oleh salah seorang pengamat dengan menggunakan pedoman lembar
observasi aktivitas siswa.
4. Tahap Refleksi
Pada tahap ini data- data yang diperoleh dari siklus I dikumpukan untuk
dianalisis dan selanjutnya diadakan refleksi terhadap hasil analisis
yang diperoleh, sehingga dapat diketahui ada tidaknya peningkatan
aktivitas belajar dan minat belajar siswa sebelum tindakan dan sesudah
tindakan. Aktivitas dan minat belajar inilah yang nantinya digunakan
sebagai bahan pertimbangan pelaksanaan siklus berikutnya.
Siklus II
1. Tahap perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I baik yang berkaitan dengan
sisiwa, guru ataupun perangkat, maka diadakan perencanaan ulang
meliputi:
a) Pendekatan, strategi, metode dan media pembelajaran
b) Menciptakan suasana belajar yang lebih melibatkan keaktivan siswa
c) Menyusun struktur pembelajaran yang lebih efektif dan efisien
d) Pengelolaan kelas
Perencanaan yang lainnya sama sebagaimana pada perencanaan siklus pertama.
2. Tahap Tindakan
Pertemuan ketiga
Dalam pertemuan ini membahas materi mengenai motif ekonomi dengan urutan kegiatan yang dilakukan sebagai berikut:
a) Guru memberikan pertanyaan kepada siswa “apa motivasi kalian belajar
di sekolah “ sebagai prasarat untuk dapat mengikuti pembahasan materi
mengenai motif ekonomi.
b) Guru melaksanakan rencana kegiatan dan tujuan pembelajaran.
c) Guru menjelaskan mengenai pengertian motif ekonomi, dan serta macam- macam motif ekonomi.
d) Guru memberikan soal latihan berupa lembar kerja siswa yang dapat dikerjakan secara individu dengan media gambar.
e) Guru berkeliling mengawasi dan memberi bimbingan kepada siswa yang kurang mengerti.
f) Setelah cukup diberi waktu 30 menit guru bersama siswa membahas soal
latihan dengan cara menunjuk siswa untuk memaparkan di depan kelas,
dengan bimbingan guru siswa lain mencocokkan hasil kerjanya.
g) Selesai membahas latihan- latihan soal, guru menanyakan pada siswa
soal- soal manakah yang belum dikuasai ataupun yang sudah dikuasai oleh
siswa.
h) Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman.
i) Guru memberikan PR kepada siswa untuk dibahas pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan keempat
Dalam pertemuan ini membahas materi mengenai simbol- simbol pada peta dengan urutan kegiatan sebagai berikut:
a) Guru memberikan pertanyaan kepada siswa” apakah siswa masih mengingat
motif produsen dalam memproduksi barang” sebagai prasarat untuk
melanjutkan materi minggu lalu.
b) Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menunjukkan gambar orang memproduksi barang .
c) Guru menjelaskan rencana kegiatan dan tujuan pembelajaran
d) Menggunakan media gambar guru memberikan penjelasan mengenai macam-macam motif ekonomi, dll
e) Guru memberikan soal latihan siklus II berupa lembar kerja siswa yang
dikerjakan secara individu melalui media gambar yang sudah disiapkan.
f) Guru berkeliling mengawasi dan memberi bimbingan kepada siswa yang kurang mengerti.
g) Setelah cukup diberi waktu 30 menit guru bersama siswa membahas soal
latihan dengan cara menunjuk siswa untuk memaparkan di depan kelas,
dengan bimbingan guru siswa lain mencocokkan hasil kerjanya.
h) Selesai membahas latihan- latihan soal, guru menanyakan pada siswa
soal- soal manakah yang belum dikuasai ataupun yang sudah dikuasai
oleh siswa.
i) Guru mengoreksi hasil kerja siswa dan mempersentasikan hasil tes siklus II
j) Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman.
k) Guru memberikan motivasi kepada siwa untuk mengulangi penjelasan
mengenai materi mengenai macam-macam motif ekonomi dengan menggunakan
media gambar.
3. Tahap Pengamatan (observasi)
Observasi dilakukan sebagaimana pada siklus I, yaitu pada tahap
pengamatan (observasi), aktivitas siswa selama proses pembelajaran
dipantau langsung oleh peneliti dan dibantu oleh salah seorang pengamat
dengan menggunakan pedoman lembar observasi aktivitas siswa.
4. Tahap refleksi
Peneliti menganalisis semua tindakan kelas pada siklus II, sebagaimana
yang dilakukan pada siklus I. selanjutnya peneliti melakukan refleksi.
Apakah dengan media yang digunakan dalam penelitian ini akan
meningkatkan minat belajar siswa.
D. Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data
Jenis data yang didapat adalah data kuantitatif dan kualitatif. Yaitu sebagai berikut:
1. Data minat siswa diambil dengan cara pemberian angket kepada siswa setelah selesai tiap siklus
2. Data aktivitas belajar siswa dan pelaksanaan pembelajaran diperoleh
dari hasil pengamatan kolaborator selama pelaksanaan tindakan tiap
siklus dengan menggunakan instrument observasi kegiatan guru dan siswa
pada saat KBM
3. Data hasil belajar diambil dengan cara memberikan tes kepada siswa setelah selesai tindakan.