Jumat, 16 Juni 2017

Contoh PTK IPA kelas 1 SD

Contoh PTK IPA kelas 1 SD

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
    

Contoh PTK IPA kelas 1 SD- ContohPTK.com,-Pada kesempatan ini saya akan memberikan contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) SD kelas 1, tentunya banyak sekali materi yang diajarkan dalam mata pelajaran IPA kelas 1 yang bisa dijadikan bahan dalam pembuatan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) IPA kelas 1 SD, diantara materi yang dibahas dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) SD diantaranya adalah :  Bab 1 Tubuhku yang berisi tentang Bagian Tubuhku, Kegunaan Bagian Tubuhku, serta Merawat Bagian Tubuh, nah di bab 1 ini bisa dibuat PTK IPA kelas 1 SD tentang tubuh kaitannya bagaimana anak mampu memahami dan melaksanakan tentang perawatan tubuh.Untuk pembahasan yang bisa dijadikan PTK IPA SD di Bab 2 dibahas tentang Tubuh Sehat Dan Kuat yang menjelaskan tentang materi Memenuhi Kebutuhan Makan, Memenuhi Kebutuhan Air, Memenuhi Kebutuhan Pakaian, Memenuhi Kebutuhan Udara, Memenuhi Kebutuhan Lingkungan Sehat, Membiasakan Hidup Sehat, dan diBab 3 membahas tentang Lingkunganku yang menceritakan  bagaimana pentingnya Menjaga Lingkungan, pentingnya Membedakan Lingkungan Sehat Dan Tidak Sehat juga bagaimana mencintai Lingkungan Dan Sesama Ciptaan Tuhan, di bab4  dibahas tentang Benda Benda Di Sekitarku, yang didalam materi ini dikenalkan bahasan Mengenal Ciri Ciri Benda, Perubahan Bentuk Benda, Kegunaan Berbagai Macam Benda. Dibab berikutnya yaitu Bab 5 dijelaskan berbagai Energi Dan Manfaatnya, dilengkapi penjelasan Hubungan Energi Dan Gerak Benda, Berbagai Gerak Benda Dan Penyebabnya, Sumber Energi Dan Manfaatnya. Dan dibab akhir yaitu Bab 6 Benda Benda Langit Dan Peristiwa Alam, diterangkan tentang Benda Benda Langit, Cuaca dan Musim Dan Pengaruhnya.
Materi materi tersebut diambil dari beberapa sumber materi IPA Kelas 1 SD yang tiap bab nya bisa dijadikan laporan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) IPA kelas 1 SD atau juga sebagai bahan proposal Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) IPA kelas 1 SD. Pada kesempatan ini juga saya akan memberikan contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) IPA kelas 1 SD dengan judul  UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR TEMA PERISTIWA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA SISWA KELAS I SD NEGERI

Contoh PTK IPA SD

judul PTK IPA Kelas 1 SD bisa dirubah menjadi Penggunaan Media Alat Peraga Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Tema Peristiwa Pada Mata Pelajaran IPA, atau juga bisa dengan judul Penerapan Media Alat Peraga Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Tema Peristiwa Pada Mata Pelajaran IPA  UNTUK FILE CONTOH ptk IPA Kelas 1 SD Silahkan Masih banyak contoh PTK IPA Kelas 1 SD yang Insya Alloh akan kami update terus menerus.

PTK IPA KELAS 1 Gerak Benda KTSP

PTK IPA KELAS 1 Gerak Benda KTSP

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
    



BAB I
PENDAHULUAN
A.        LatarBelakang
Kualitaspendidikanmeliputidiberbagaisektordanjenjangpendidikan, termasukjenjangpendidikandasar.Keberhasilanpendidikanbanyakdipengaruhiolehberbagaifaktortermasuk guru. Guru yang profesionalakanselaluberupayauntukmeningkatkanpemahamansiswaterhadapmateri yang diajarkan. Hal inisejalandengantujuanpendidikannasional yang dirincisebagaiberikut :
1. Mendidikadalahusahasadaruntukmeningkatkandanmenyiapkanpesertadidikmelaluikegiatanbimbingan, pengajarandanataulatihanbagiperannyadimasa yang akandatang.
2.         Pesertadidikadalahanggotamasyarakat yang berusahamengembangkan din melalui proses pendidikanpadajalurdanjenjangpendidikantertentu. Pesertadidikadalahanggotamasyarakat yang berusahamengembangkan       din melalui proses pendidikanpadajalurdanjenjangpendidikantertentu. (NgalimPurwanto, 1997: 42)
Dalamupayameningkatkan proses belajar, guru harusberupayamenciptakanstrategi yang cocok, sebabdalam proses belajarmengajar yang bermakna, keterlibatansiswasangatlahpenting, halinisesuaidenganpendapatMuhamad Ali, (1983 : 12) yang menyebutkanbahwakadarpembelajaranakanbermaknaapabila :
1.         Adanyaketerlibatansiswadalam proses belajarmengajar.
2.         Adanyaketerlibatanintelektual-emosionalsiswabaikmelaluikegiatanmenganalisa, berbuatdanpembentukansikap.
3.         Adanyakeikutsertaansiswasecarakreatifdalammenciptakansituasi yang cocokuntukberlangsungnya proses belajarmengajar.
Berkenaandenganhaltersebut di atas, metodademontrasidalampembelajaranakanlebihbermakna, sebabdenganmenggunakanmetodademontrasisiswaakanterlibatsecaralangsungdalam proses pembelajaran.
Mata pelajaran IPA merupakansalahsatumatapelajaran yang diajarkan di sekolahdasar, danmerupakanhasilkegiatanmanusiaberupapengetahuan, gagasandankonsep yang terorganisasitentangalamsekitar, yang diperolehdaripengalamanmelaluiserangkaian proses ilmiahantara lain penyelidikan, penyusunandanpengujiangagasan-gagasan.
Kehadiranmetodademontrasidalampembelajaran IPA akanlebihmempermudahbagi guru dalammenyampaikanmateri yang akandiajarkankepadasiswa.
Berdasarkanhasilrenungan yang penulislakukansetelahmelaksanakanpembelajaran IPA tentanggerakbenda, yang dilanjutkandenganevaluasi, tetapihasilnyatidakmemuaskan, makapenulissebagai guru kelasmenyadaribahwakesalahanberadapada guru bukanpadasiswa, antara lain pembelajaranberpusatpada guru, keterlibatansiswadalampembelajarankurangadakesempatanuntukterlibatlangsungdalam proses pembelajaran yang mengakibatkansiswapasifdanhasilevaluasi dari 34 siswa hanya 4 siswa atau hanya kurang lebih 11% siswa yang nilainya memenuhi standar KKM yaitu 70. Sedangkan rata-rata nilai anak-anak adalah 53,52 yang berarti dibawah standar KKM.Berlatarbelakangdaripermasalahantersebut, dipandangperlumelaksanakanPenelitianTindakanKelas, sebabPenelitianTindakanKelasmerupakansuatupenelitian yang bertujuanuntukmemperbaikidanmeningkatkanmutupembelajaran yang bersifat individual danluwes. (KasihaniKasbolah, 1998:22).
Jadi dasar dari penggunaan metode demonstrasi ini adalah untuk meningkatkan prestasi siswa yang belum bisa meraih KKM IPA, karena metode yang digunakan sebelumnya hanya metode biasa yang kurang efektif dan menyenangkan. Sehingga mengakibatkan siswa kurang bisa secara aktif dan efektif menerima pengajaran dari guru. Dengan metode demonstrasi ini diharapkan siswa lebih terlibat langsung dalam pemaparan materi sehingga membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran.
B.        PerumusanMasalah
Berdasarkanidentifikasimasalah yang dijadikanfokuspenelitianadalahmeningkatkanpemahamansiswatentanggerakbenda yang selamainidianggapsulitolehsiswa.
Untukmemudahkandalampelaksanaanpenelitian, rumusanmasalahdiperincisebagaiberikut :
a. Bagaimanakahperencanaanpembelajaranmenggunakanmetodademontrasiuntukmeningkatkankemampuansiswatentanggerak benda
b. Bagaimanakahpelaksanaanpembelajaranmenggunakanmetodademontrasidalammeningkatkankemampuansiswatentanggerak benda
c.          Bagaimanakahkemampuansiswadalamgerakbenda
C.        TujuanPenelitian
a.         Inginmengetahuidanmemahamirencanapembelajaran IPA tentanggerakbendaMetodademontrasi di KelasI SDNegeri2 Balak.
b.         Inginmengetahuidanmemahami proses berlangsungnyapembelajaran IPA dalamperubahanbendaberdasarkanmakanannya di KelasI SDNegeri2 BalakdenganmenggunakanalatperagaMetodademontrasi.
c.         Inginmengetahuikemampuandankelemahansiswa di KelasI SD Negeri2 BalakdalamkonsepperubahanbendaberdasarkanmakanannyasetelahpembelajaranmenggunakanalatperagaMetodademontrasi.
D.        HipotesisPenelitian
Hipotesis adalahdugaantentangsuatuhal yang akanterjadijikasuatutindakandilakukan, ataujawabanterhadapsuatumasalah yang ditelitidansecarateoritisdianggapmungkindan paling tinggitingkatkebenarannya (Sudarsono, 1996:65).
Berdasarkanhaltersebut di atas, makahipotesisdalampenelitianiniadalah "Hasil belajar siswatentanggerak bendaakanmeningkat, jikapembelajaranmenggunakanmetodademontrasi".
     E.        Ruang Lingkup Penelitian
                 Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada satu kelas, yaitu kelas 1 SDN 2 Balak, pilihan ini didasarkan pada pembelajaran yang sebelumnya kurang memenuhi standar KKM (70), dari 34 siswahanya 4 siswa yang memenuhi standar KKM tersebut dengan nilai rata-rata 53,52. Maka metode demonstrasi akan digunakan dikelas ini untuk memperbaiki nilai KKM mereka. Karena metode demonstrasi lebih menitik beratkan pada praktik dan keterlibatan siswa secara langsung dalam pembelajaran.
F.         ManfaatPenelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun aplikatif. Secara teoritis dapat meningkatkan pemahaman tentang pembelajaran IPA, memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan ilmu pengetahuan mengenai pembelajaran dengan metode demonstrasi, serta sebagai pendorong bagi peneliti lanjut untuk melakukan penelitianyang lebih baik dan mendalam terhadap permasalahan yang sama sebagai tindak lanjut penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti, siswa, kepala sekolah, dan guru. Penjelasan masing-masing sebagai berikut.
1.                  Bagi peneliti
Memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru tentang fenomena yang terjadi pada siswa, sehingga menjadikan peneliti mudah untuk menyajikan dan memberikan metode yang penting dan menyenangkan dalam proses belajar mengajar dikelas.
2.         BagiSiswa
1)         Dapatmenguasaikonsep yang dipelajaraidantidakperbalisme.
2)         Dapatmenumbuhkanmotivasiuntukmempelajari IPA.
3)         Dapatmenumbuhkansikappositifsiswaterhadapmatapelajaran IPA.
3.         Bagi Kepala Sekolah
Dapat mengembangkan potensi guru dalam mewujudkan proses pembelajaran dikelas yang di bimbing oleh Kepala Sekolah, sehingga memudahkan Kepala Sekolah untuk mewujudkan Sekolah yang berprestasi.
4.         Bagi Guru
1)         Dapatmemberikanpengalaman yang sangatberhargadalamupayameningkatkankualitaspembelajaran IPA.
2)         Dapatmemberikangambarankemampuansiswadalammemahamibahan ajar/materitentangkonsepgerakbendaberdasarkanmakanannyadenganmempergunakanalatperagaMetodademontrasi.
G.        Definisi Operasional
Definisi operasional diberikan untuk menghindari kesalah fahaman terhadap istilah- istilah yang digunakan dalam dalam penelitian ini, maka dibuat definisi sebagai berikut.
1.      Prestasi adalah suatu pencapaian dari siswa yang memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan oleh guru, dan telah dapat atau melampui standar yang telah guru berikan.
2.      Ilmu pengetahuan alam adalah ilmu alam yang didasari oleh sesuatu kenyataan alam, yang muncul dari suatu keingintahuan dari proses yang terjadi pada kehidupan sehari-hari yang banyak menimbulkan fenomena-fenomena alam yang terjadi secara berkesinambungan, oleh karena itu. dilakukanlah riset untuk membuktikan fenomena-fenomena tersebut dalam bentuk ilmu pengetahuan.
3.      Gerak benda didefinisikan sebagai perpindahan suatu benda dari tempat semula ketempat lain karena adanya suatu gaya yang menggerakkannya, dalam hal ini ada beberapa cara menggerakkan benda yaitu dengan cara ditarik, di dorong, dilempar, ditendang dan lain sebagainya.
4.      Metode Demonstrasi adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan cara memperagakan suatu benda dengan menjelaskan secara verbal agar materi yang disampaikan mudah difahami.

 

Contoh PTK SD Mata Pelajaran IPA Kelas

Contoh PTK SD Mata Pelajaran IPA Kelas

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
    

PTK MATEMATIKA

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
    

1.1.  LATAR BELAKANG MASALAH
             Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menyiapkan diri dalam perananya dimasa akan datang. Pendidikan dilakukan tanpa ada batasan usia, ruang dan waktu yang tidak dimulai atau diakhiri di sekolah, tetapi diawali dalam keluarga dilanjutkan dalam lingkungan sekolah dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat, yang hasilnya digunakan untuk membangun kehidupan pribadi agama, masyarakat, keluarga dan negara. Merupakan suatu kenyataan bahwa pemerintah dalam hal ini diwakili lembaga yang bertanggung jawab didalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia, akan tetapi pendidikan menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah dan masyarakat yang sering disebut dengan Tri Pusat Pendidikan.
 Salah satu keprihatinan yang dilontarkan banyak kalangan adalah mengenai rendahnya mutu pendidikan atau Out Put yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pendidikan formal. Dalam hal ini yang menjadi kambing hitam adalah guru dan lembaga pendidikan tersebut, orang tua tidak memandang aspek keluarga dan kondisi lingkungannya. Pada hal lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar sangat menentukan terhadap keberhasilan pendidikan.
 Memasuki Tri bulan pertama tahun 2006-2007, ketika diadakan Ulangan Tengah Semester mulai tampak timbul suatu masalah. Sewaktu ulangan jatuh pada mata pelajaran Matematika begitu naskah dibagikan, sebagian siswa berteriak-teriak memanggil-manggil ibunya, ada yang garuk-garuk kepala, juga tidak sedikit yang menangis karena merasa tidak bisa mengerjakan. Akhirnya nilai yang diperoleh oleh sisa kelas I dalam pelajaran matematika khususnya dalam mengoperasionalkan penjumlahan  dan pengurangan. Nilai dari 37 siswa sebagai berikut: (1) 80-100 Amat baik ada 10 siswa =27 %. (2) 55-79 Cukup ada 7 siswa =10 %. (3) 0-54 Kurang ada 20 siswa =55 %. Dengan kondisi nilai tersebut diatas guru sebagai peneliti merasa pembelajaran matematika dikelas I krang berhasil.
Selama ini peneliti sudah menggunakan berbagai macam metode untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Agaknya memang strategi/pendekatan-pendekatan saja belum cukup untuk menghasilkan perubahan. Meier (2002 : 54) mengatakan bahwa belajar adalah berkreasi bukan mengkonsumsi. Pengetahuan bukanlah suatu yang diserap oleh pembelajaran, melainkan sesuatu yang diciptakan oleh pembelajar.
2
 
Pembelajaran terjadi ketika seseorang pembelajar  memadukan pengetahuan dan keterampilan baru kedalam struktur dirinya sendiri yang telah ada. Belajar berharfiah adalah menciptakan makna baru, sejauh ini pendidikan kita didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu diperlukan strategi belajar baru yang memberdayakan siswa sebuah strategi belajar tidak mengharuskan siswa menghafalkan fakta-fakta tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri.
Dalam upaya itu siswa perlu guru sebagai pengarah dan pembimbing. Dalam kelas tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuan. Maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi dengan alat bantu yang dikenal siswa disekitarnya, dari pada memberi informasi.memang pendidikan siswa kelas I Sekolah Dasar masih identik dengan dunia bermain, karena siswa kelas I belum dapat melepas keterkaitannya dengan pendidikan Taman Kanak-Kanak sebelumnya, karena itu benda-benda disekitar sekolah sangat membantu proses pembelajaran siswa.
Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas peneliti ingin meningkatkan kemampuan siswa kelas I Sekolah Dasar dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika dengan bantuan benda-benda kongkrit.
1.2. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
1.2.1.      Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka perumusan masalahnya sebagai berikut: Bagaimana penggunaan benda-benda kongkrit mampu meningkatkan kemampuan siswa kelas I SDN Jimbaran Kulon dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika.
1.2.2.   Pemecahan Masalah
Dengan bantuan benda-benda kongkrit disekitar sekolah siswa kelas I SD Jimbaran Kulon mampu mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika.
1.3.  TUJUAN PENELITIAN
Berpijak dari permasalahan yang diteliti maka tujuan  penelitian ini  adalah:
1.3.1        Meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan dengan bantuan benda-benda kongkrit.
1.4. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Dari hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat :
1.4.1. Siswa :
-    Mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran matematika.
-    Mempermudah siswa mencari alat bantu pembelajaran dengan benda-benda kongkrit di sekitar Sekolah.
1.4.2. Guru Sebagai peneliti :
-                           Meningkatkan profesionalisme dalam bidang pendidikan.
-                           Menambah nilai angka kredit bagi golongan IV.a ke IV.b.
1.4.3. Lembaga
-    Memberi sumbangan yang berharga bagi lembaga bahwa benda-benda disekitar kita dapat dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran.
-    Meringankan beban lembaga karena benda-benda di sekitar kita mudah dicari dan tidak memerlukan beaya yang mahal untuk membelinya.
1.4.4. Orang tua siswa
-    Meringankan biaya orang tua siswa karena benda-benda di sekitar sekolah tidak harus membeli.

 

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Matematika SMP

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Matematika SMP

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
    

Penelitian tindakan kelas atau yang yang kita kenal dengan istilah PTK telah menjadi salah satu syarat penting dalam pengembangan karier profesi guru.

Penelitian seringkali menjadi momok bagi para guru di sela kesibukan mereka mengurusi pekerjaan mengajar dan kegiatan administratif yang sangat menyita waktu.

Namun demikian, pembuatan PTK bukanlah sesuatu yang harus dijadikan momok. Tips-nya adalah luangkan waktu untuk belajar dan banyak-banyaklah membaca literatur. Klise memang, tapi mau bagaimana lagi? He....he...he.

Kali ini kami menuliskan penelitian tindakan kelas/PTK Matematika untuk SMP. Anda dapat memilah mana judul yang sekiranya cocok dengan inspirasi Anda. Setelah memilah judul, Anda dapat langsung men-download-nya. Cara mengunduhnya sangat mudah. Klik saja judulnya dan otomatis judul PTK yang Anda pilih akan terdownload.

Nah, berikut adalah contoh PTK Matematika SMP untuk rujukan Anda. Silahkan disimak!

RPP SMP/MTS Kurikulum 2013

( PTK ) IPA KELAS VI Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

RPP SMP/MTS Kurikulum 2013

( PTK ) IPA KELAS VI Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
( PTK ) IPA KELAS VI Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
   

Berikut ini Contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs
  1. Pedoman Penyusunan Usulan ( download )
  2. Artikel Tentang PTK ( download )
  3. PTK Oman SMPN 272 :

Rabu, 14 Juni 2017

Penelitian Tindakan Kelas Untuk Sekolah Dasar

Penelitian Tindakan Kelas Untuk Sekolah Dasar 

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
   

No

Judul PTK
Mata Pelajaran
Link download
1
Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Memahami Konsep Penjumlahan Dan Pengurangan Dengan Menggunakan Media Nilai Mata Uang Melalui Pendekatan Realistik Pada Pembelajaran Tematik Di Kelas I SDN
Matematika
PTK
2
UPAYA MENINGKATAN MOTIVASI HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA MEDIA GAMBAR DI KELAS 1
Matematika
3
Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Memahami Kansep Penjumlahan Dan Pengurangan Dengan Menggunakan Media Nilai Mata Uang
Matematika
4
UPAYA MENINGKATKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA TENTANG PENGURANGAN BILANGAN BULAT MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KARTU BILANGAN