Sabtu, 03 Juni 2017

Download Contoh PTK SD Kelas 2 (II)

Download Contoh PTK SD Kelas 2 (II) 

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 

Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)

  disajikan dalam tulisan ini untuk keperluan Anda guru SD Kelas II yang tengah atau akan menyusun PTK untuk kepentingan kenaikan pangkat atau kepentingan lainnya.
Susunan tulisan kali ini akan mempermudah Anda dalam melakukan pemindaian karena disajikan berdasarkan mata pelajaran yang terdiri atas: IPA, IPS, Matematika, PKn dan Bahasa Indonesia. Mudah-mudahan dengan susunan semacam ini akan membantu Anda. Disamping itu, koleksi penelitian tindakan kelas yang kami sajikan juga terbaru (2012-2015) dan lengkap serta memudahkan.

Sebelum Anda mengunduh contoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang kami sajikan, pastikan Anda telah mempunyai program atau perangkat lunak pembaca berkas pdf yang sudah terpasang di perangkat komputer atau HP.

Nah, berikut daftar contoh PTK SD Kelas 2 untuk Anda. Silahkan disimak:

CONTOH PTK SD KELAS 2 MAPEL BAHASA INDONESIA
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TPS BERBANTUKAN GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS 2 SDN PATEMON 01 SEMARANG MAPEL BAHASA INDONESIA | DOWNLOAD


PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA MELALUI PENDEKATAN SAVI BERBANTUAN BONEKA TANGAN PADA SISWA KELAS 2  SDN KARANGANYAR 01 SEMARANG  MAPEL BAHASA INDONESIA | DOWNLOAD
PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS II SDN BRINGIN 02 SEMARANG MAPEL BAHASA INDONESIA | DOWNLOAD 
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MAPEL BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN STRATEGI THINK-PAIR-SHARE BERBANTUKAN MEDIA FOTO PADA SISWA KELAS 2 SDN TUGUREJO 03 KOTA SEMARANG pdf | DOWNLOAD 
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL PAIRED STORYTELLING DENGAN MEDIA WAYANG KARTUN PADA MAPEL BAHASA INDONESIA SISWA KELAS II SDN  MANGUNSARI SEMARANG pdf | DOWNLOAD
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PUISI MELALUI METODE MODELING PADA SISWA KELAS II SDN 2 TEGOWANU KULON KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN | DOWNLOAD 
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA AUDIO DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MAPEL BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS 2 SD NEGERI 03 KALIGELANG TAMAN PEMALANG pdf | DOWNLOAD
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DENGAN MEDIA PICTURE HANGER MAPEL BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS II B SDN TAWANG MAS 01 SEMARANG | pdf | DOWNLOAD 


PENINGKATAN KETERAMPILAN MENDESKRIPSIKAN BENDA SECARA TERTULIS MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA MAPEL BAHASA INDONESIA SISWA KELAS II SD AL HUDA KECAMATAN GAJAHMUNGKUR KOTA SEMARANG pdf | DOWNLOAD
PENERAPAN MODEL CONCEPT SENTENCE BERBANTUAN FLASH CARD DALAM MAPEL BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI SISWA KELAS II SDN PAKINTELAN 03 KOTA SEMARANG | DOWNLOAD 
PENINGKATAN KETERAMPILAN SISWA KELAS 2 SD DALAM MENDESKRIPSIKAN SECARA TERTULIS MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PAKEM pdf | DOWNLOAD
CONTOH PTK SD KELAS 2 MAPEL MAPEL IPA
PENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS II SD NEGERI BAWEN 05 | DOWNLOAD 


CONTOH PTK SD KELAS 2 MAPEL IPS
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL ARIAS BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS 2 A SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 KOTA SEMARANG | DOWNLOAD 
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN CONCEPT MAPPING DENGAN AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS II SDN KARANGANYAR 01 KOTA SEMARANG pdf | DOWNLOAD
CONTOH PTK SD KELAS 2 MAPEL MATEMATIKA
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN OPERASI BILANGAN DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA MANIPULATIF PADA SISWA KELAS II SDN TUGUREJO 03 SEMARANG pdf | DOWNLOAD
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MAPEL MATEMATIKA MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL | DOWNLOAD
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL KOMPETISI AKTIF MENYENANGKAN (KAM) PADA SISWA KELAS II SDN TAMBAKAJI 01 SEMARANG pdf | DOWNLOAD

Contoh PTK SD Mapel/Bidang Studi Matematika

Contoh PTK SD Mapel/Bidang Studi Matematika

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)

  untuk sekolah dasar/SD dan madrasah ibtidaiyah/MI merupakan kegiatan akademik guru yang dilakukan untuk mengembangkan kariernya sebagai guru yang lebih berkualitas. Disamping untuk pengembangan karier, PTK juga merupakan tuntutan profesi guru di Indonesia belakangan ini.
Kali ini kami mengelompokkan PTK SD berdasarkan mata pelajaran atau bidang studi, yaitu matematika. PTK Sekolah Dasar/SD untuk bidang studi matematika ini kami kompilasi dari sumber yang terbuka, yaitu Library Universitas Negeri Semarang. Kompilasi kami memudahkan Anda untuk memperoleh rujukan yang bermutu dalam menyusun penelitian tindakan kelas Anda.

Penelitian tindakan kelas SD/MI bidang studi matematika ini dapat Anda download langsung dari situs ini. File atau berkas yang Anda unduh berekstensi pdf. Untuk membukanya, Anda memerlukan program pdf reader atau pembaca berkas pdf. Jika belum mempunyainya, Anda dapat mengunduhnya secara gratis di sini.

 

 

Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Sekolah Dasar

Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Sekolah Dasar
Cuma 350ribu sampai-500ribu. 

Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)

 

Penelitian tindakan kelas (PTK) pada saat ini merupakan sebuah keniscayaan untuk dikerjakan oleh guru. Kali ini, kami mengkompilasi judul-judul skripsi yang dapat dijadikan inspirasi untuk membuat PTK. Bagi Anda Guru SD atau MI, contoh PTK dapat Anda download pada tautan di bawah.
Contoh PTK ini sebenarnya dapat Anda download langsung dari sumbernya, yaitu library Universitas Negeri Semarang. Namun demikian, Anda akan menemui sedikit hambatan karena harus memindai mana karya yang akan ditampilkan secara utuh atau hanya dapat didownload abstraknya saja. 
Dengan membaca tulisan ini, Anda berada pada tempat yang tepat. Kami telah mengkompilasi karya-karya skripsi yang dapat Anda jadikan rujukan dalam membuat penelitian tindakan kelas (PTK), terutama bagi anda guru sekolah dasar (SD) atau MI. Jadi, Anda dapat mengunduh file-nya dalam bentuk karya yang utuh (bukan sekedar abstrak saja). 
Berikut adalah contoh-contoh judul PTK untuk guru SD atau MI yang dapat Anda download:
  • PENERAPAN MODEL SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MEDIA POWERPOINTUNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS IV SD TUNAS HARUM BANGSA KOTA SEMARANG
Penulis: FARAH NUR ANINA ILFA
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Sekolah Dasar, SD, Snowball Throwing
Tautan Download: Klik Di Sini
  • PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL TWO STAY TWO STRAY DENGAN MEDIA POWERPOINT DI SDN BENDAN NGISOR KOTA SEMARANG
Penulis: AFRINIA NUR FATIMAH
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Sekolah Dasar, SD, Two Stay Two Stray, IPS
Tautan Download: Klik Di Sini
  • PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL MAKE A MATCH BERBANTUAN POWERPOINT PADA SISWA KELAS IIIA SDN NGALIYAN 01 SEMARANG
Penulis: AFRIZAL MARDHIANSYAH
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Sekolah Dasar, SD, Make A Match, Pendidikan Kewarganegaraan, PKn, Kelas III, Kelas Tiga
Tautan Download: Klik Di Sini
  • IMPLEMENTASI MODEL MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS III SD NEGERI SEKARAN 01 SEMARANG
Penulis: AGUSTIN ANGGRIANI
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Sekolah Dasar, SD, Mind Mapping, Kelas III, Kelas Tiga 
Tautan Download: Klik Di Sini

  • PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TPS DENGAN MEDIA CD INTERAKTIF PADA SISWA KELAS IV SDN GAJAHMUNGKUR 02 SEMARANG
Penulis: AKHIRINI AGUSTIN RAHAYU
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Sekolah Dasar, TPS, Media CD, Interaktif 
Tautan Download: Klik Di Sini
  • PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN MULTIMEDIA DI SD HJ. ISRIATI BAITURRAHMAN 01 KOTA SEMARANG
Penulis: AMINAH IMANISATYA PANGESTI
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, PTK, Sekolah Dasar, PKn, Model Kooperatif
Tautan Download: Klik Di Sini
  • PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn MENGGUNAKAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA VISUAL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PAKINTELAN 03 SEMARANG
Penulis: APPITA ARDIANI
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, PTK, Sekolah Dasar, PKn, Numbered Head Together, NHT, Kelas IV, Kelas Empat
Tautan Download: Klik Di Sini
  • PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE BERBANTU MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS V SDN MANGUNSARI KOTA SEMARANG
Penulis: ARDHINA MAYA NUGRAHENI
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, PTK, Sekolah Dasar, SD, IPA, Piture and Picture, Kelas Lima V
Tautan Download: Klik Di Sini
  • PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS III SDN NGIJO 01 KOTA SEMARANG
Penulis: ARUM DWI HARDIYANTI
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, PTK, Model Pembelajaran Make A Match, Kelas Tiga (III), Ilmu Pengetahuan Sosial, IPS
Tautan Download: Klik Di Sini
  • PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PJBL VARIASI GROUP RESUME DENGAN MEDIA PERMAINAN BUHARUN PADA SISWA KELAS IVA SD LABSCHOOL UNNES
Penulis: ASTUTI DIANA PRABAWATI
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, PTK, Group Resume, Matematika, SD, Sekolah Dasar, Kelas Empat (IV)
  • PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL DIRECT INSTRUCTION (DI) DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS V SDN GUNUNGPATI 02 SEMARANG
Penulis: AVIKASARI
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, PTK, Direct Instruction Model, Sekolah Dasar, SD, Kelas Lima (V), Semarang
Tautan Download: Klik Di Sini
  • PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS IV SDN PURWOYOSO 01 SEMARANG
Penulis: Ain Na’ul Masfufah
Tahun: 2015
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, PTK, Problem Based Learning, Sekolah Dasar, SD, Kelas Empat (IV), Semarang
Tautan Download: Klik Di Sini

Penelitian Tindakan Kelas Lengkap Untuk Sekolah Dasar

Penelitian Tindakan Kelas Lengkap Untuk Sekolah Dasar

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)

  Penelitian tindakan kelas atau PTK lengkap ini hanya bagian dari referensi yang kami bagikan bagi rekan-rekan guru yang ingin mempelajari cara membuat PTK silahkan unduh secara gratis pada link yang kami sematkan dibawah ini, terutama untuk melengkapi unsur publikasi ilmiah dalam usul kenaikan pangkat guna pengembangan kompetensi nya ada syarat yang mengharuskan pembuatan karya ilmiah bagi seorang guru berikut referensi PTK lengkap yang kami tawarkan.
PTK (Penelitian tindakan kelas) ini untuk semua kelas sekolah dasar baik kelas 1, 2,3, 4, 5 dan 6, mapel IPA, IPS, PKN, Bahasa Indonesia juga mapel penjaskes dan ptk pendidikan agama islam, file-file ptk komplit ini berbasis Ms. word jadi sangat mudah diedit bagi rekan guru, namun kami hanya sampaikan PTK yang tersedia ini lebih bagus dijadikan referensi dalam pembuatan karya ilmiah yang baik.

Contoh PTK [Kelas 6] Penjaskes.rar [ Download PTK]
Contoh PTK Mapel  [Kelas 6] IPA.rar [ Download PTK]
Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 6] Inkuiri.rar [Download PTK ]
Contoh PTK Lengkap  [Kelas 6] Matematika SD.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 6] ( Konsep Energi Panas ).rar [ Download PTK]
Contoh PTK Mapel PKn [Kelas 5]Lengkap.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK Mapel PKn [Kelas 5] ( Metode Bermain Peran ).rar [ Download PTK]
Contoh PTK Mapel PKn [Kelas 5] ( Keutuhan NKRI ).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK Mapel PAI [Kelas 5] ( Akidah Lempar Kartu ).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 5] ( Zat Padat Media Telepon Mainan).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 5] ( Demonstrasi Benda Nyata Prestasi.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK IPA [Kelas 5] (Demonstrasi-Benda Nyata-Aktivitas-HB).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 5] Laporan-PKP-MTK-V-CTL.rar - RAR [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK-PKn-Kelas-4.rar - RAR [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK SUGIYANTO IPA Kelas 4.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK PAI Kelas 4.rar - RAR [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK MTK Kelas IV (Bangun Datar-Alat Peraga).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK MTK Kelas IV (Bangun Datar-Alat Peraga).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK Mtk IV (Motivasi-STAD).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK Mtk IV (Motivasi-STAD).rar [ Download PTK]
Contoh PTK  [KLS 4] PTK IPS IV-(Perkemb Teknologi-Media Gambar).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK Mtk IV-Demonstrasi.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK IPS IV-(Hasil Belajar-STAD).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK IPS IV-(Hasil Belajar-STAD) (1).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK IPA KLS IV (STAD).rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 3] PTK MTK 3.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 3] PTK Matematika Kelas III-Realistik.rar [Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 3] Laporan PTK Bina III.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 1] PTK Bina Kelas 1.rar [ Download PTK ]
Contoh PTK  [KLS 1] Laporan PTK IPA Kelas 1 .rar [ Download PTK ]

 

Download Contoh Ptk SD

Download Contoh Ptk SD 

Cuma 350ribu sampai-500ribu. 


Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)

 

 

Jumat, 02 Juni 2017

Pengertian PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Serta Karakteristiknya

Pengertian PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Serta Karakteristiknya

 Cuma 350ribu sampai-500ribu. 

Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)

 

A. Konsep Dasar PTK
Salah satu ciri guru yang berhasik (efektif) adalah bersifat reflektif. Guru yang demikian selalu belajar dari pengalaman, sehingga dari hari ke hari kinerjanya menjadi semakin baik (Arends, 2002). Di dalam melakukan refleksi, guru harus memiliki kemandirian dan kemampuan menafsirkan serta memanfaatkan hasil-hasil pengalaman membelajarkan, kemajuan belajar mengajar, dan informasi lainnya bagi penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara berkesinambungan. Disinilah letak arti penting PTK bagi guru. Kemajuan dan perkembangan IPTEK yang demikian pesat harus diantisipasi melalui penyiapan guru-guru yang memiliki kemampuan meneliti, sekaligus mampu memperbaiki proses pembelajarannya.
Beberapa alasan lain yang mendukung pentingnya PTK sebagai langkah yang tepat untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pendidikan, antara lain:
  1. Guru berada di garis depan dan terlibat langsung dalam proses tindakan perbaikan mutu pendidikan.
  2. Guru terlibat dalam pembentukan pengetahuan yang merupakan hasil penelitiannya.
  3. Melaui PTK guru menyelesaikan masalah, menemukan jawab atas masalahnya, dan dapat segera diterapkan untuk melakukan perbaikan.
B. Pengertian PTK
Berdasakan berbagai sumber seperti Mettetal (20030; Kardi (2000), dan Nur (2001), Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau classroom action research (CAR) didefinisikan sebagai penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Dalam model penelitian ini, si peneliti (guru) bertindak sebagai pengamat (observer) sekalligus sebagai patisipan.
Dengan demikian PTK tidaklah sekedar penyelesaian masalah, melainkan terdapat pula misi perubahan dan peningkatan. PTK bukanlah penelitian yang dilakukan terhadap seseorang, melainkan penelitian yang dilakukan oleh praktisi terhadap kinerjanya untuk melakukan peningkatan dan perubahan terhadap apa yang sudah mereka lakukan. PTK bukanlah semata-mata menerapkan metode ilmiah di dalam pembelajaran atau sekedar menguji hipotesis, melainkan lebih memusatkan perhatian pada perubahan baik pada peneliti (guru) maupun pada situasi di mana mereka bekerja.
Dengan mengikuti alur berpikir itu, PTK menjadi penting karena membantu mereka dalam hal: memahami lebih baik tentang pembelajarannya, mengembangkan keterampilan dan pengetahuan, sekaligus dapat melakukan tindakan untuk meningkatkan belajar siswanya. Saat seorang guru melakukan PTK berarti guru telah menjalankan misinya sebagai guru profesional, yaitu: (1) membelajarkan, (2) melakukan pengembangan profesi berupa penulisan karya ilmiah dari hasil PTK, sekaligus (3) melakukan ikhtiar untuk peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran sebagai bagian tanggungjawabnya.
C. Prinsip-Prinsip PTK
Prinsip-prinsip yang mendasari pelaksanaan PTK adalah sebagai berikut:
  1. PTK merupakan kegiatan nyata yang dilakukan di dalam situasi rutin. Oleh karena itu peneliti PTK (guru) tidak perlu megubah situasi rutin/alami yang terjadi. Jika PTK dilakukan di dalam situasi rutin hasil yang di peroleh dapat digunakan secara langsung oleh guru tersebut.
  2. PTK dilakukan sebagai kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja peneliti (guru) yang bersangkutan. Guru melakukan PTK karena menyadari adanya kekurangan di dalam kinerja dan karena itu ingin melakukan perubahan.
  3. Pelaksanaan PTK tidak boleh mengganggu komitmennya sebagai pengajar. Oleh karena itu, guru hendaknya memperhatikan tiga hal. Pertama, guru perlu perlu menyadari dalam mencobakan sesuatu tindakan pembelajaran yang baru, selalu ada kemungkinan hasilnya tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Kedua, siklus tindakan dilakukan degan selaras dengan keterlaksanaan kurikulum secara keseluruhan, khususnya dari segi pembentukan kompetensi yang dicantumkan dalam Standar Isi, yang sudah dioperasionalkan dalam bentuk silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Ketiga, penetapan siklus tindakan dalam PTK mengacu pada penguasaan kompetensi yang ditargetkan pada tahap perencanaan. Jadi pedoman siklus PTK bukan ditentukan oleh ketercukupan data yang diperoleh peneliti, melainkan mengacu kepada seberapa jauh tindakan yang dilakukan itu sudah dapat memperbaiki kinerja yang menjadi alasan dilaksanakan PTK tadi.
  4. PTK dapat dimulai dengan melakukan analisis SWOT, yang dilakukan dengan menganalisis kekuatan (S = Strength) dan kelemahan (W = Weaknesses) yang dimiliki, dan faktor eksternal dari luar yaitu peluang atau kesempatan yang dapat diraih (O = Opportunity), maupun ancaman (T = Treath). Empat hal tersebut dapat dipandang dari sudut guru yang melaksanakan maupun siswa yang dikenai tindakan.
  5. Meode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpelang mengganggu proses pembelajaran. PTK sejauh mungkin menggunakan prosedur pengumpulan data yang dapat ditangani sendiri oleh guru dan ia tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas secara penuh. Oleh karena itu perlu dikembangkan teknik-teknik perekaman yang cukup sederhana, namun dapat menghsilkan informasi yang cukup berarti dan dapat dipercaya.
  6. Metode yang digunakan harus cukup reliabel, sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi dan merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan, mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya, serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis yang dikemukakannya. Oleh karena itu, meskipun pada dasarnya memperbolehkan kelonggaran, namun penerapan asas-asas dasar tetap harus dipertahankan.
  7. Masalah penelitian yang dipilih guru seharusnya merupakan masalah yang cukup merisaukanya. Pendorong utama pelaksanaan PTK adalah komitmen profesional untuk memberikan layanan terbaik kepada siswa.
  8. Dalam penyelenggaraan PTK, guru harus selalu bersikap konsisten, memiliki kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. Hal ini penting ditekankan karena selain melibatkan anak-anak manusia, PTK juga hadir dalam suatu konteks organisasional, sehingga penyelenggaraannya harus mengindahkan tata krama kehidupan berorganisasi.
  9. Meskipun kelas merupakan cakupan tanggung jawab seorang guru, namun dalam pelaksanaan PTK sejauh mungkin harus digunakan classroom- exceeding perspective, dalam arti permasalahan tidak dilihat terbatas dalam konteks kelas dan/atau mata pelajaran tertentu, melainkan dalam perspektif misi sekolah secara keseluruhan.

LANGKAH – LANGKAH MELAKSANAKAN PTK

LANGKAH – LANGKAH MELAKSANAKAN PTK 

 Cuma 350ribu sampai-500ribu. 

Hubungi Kami di 081222940294 (SMS/WA)
a.      Pengertian PTK (Penelitian Tindakan Kelas)
Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari classroom action research (CAR), yaitu satu action research yang dilakukan di kelas. Classroom action research diawali dari istilah action research. 
Untuk mempermudah memahami pengertian PTK maka berikut akan diuraikan pengertian tiga unsur atau konsep yang terdapat dalam penelitian tindakan kelas yakni :
1.      Penelitian adalah aktivitas mencermati suatu objek tertentu melalui metodologi ilmiah dengan mengumpulkan data-data dan dianalisis untuk menyelesaikan suatu masalah.
2.      Tindakan adalah suatu aktivitas yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang berbentuk siklus kegiatan dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu atau kualitass proses belajar mengajar.
3.      Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.[1]
Beberapa pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut para ahli yakni Menurut David Hopkins, PTK mengandung pengertian bahwa PTK adalah sebuah bentuk kegiatan refleksi diri yang dilakukan oleh para pelaku pendidikan dalam suatu situasi kependidikan untuk memperbaiki rasionalitas dan keadilan tentang :
1)      Praktik-praktik kependidikan mereka;
2)      Pemahaman mereka tentang praktik-praktik tersebut dan
3)      SITUASI dimana praktik-praktik tersebut dilaksanakan.
Menurut Rapoport dan Hopkins, pengertian penelitian tindakan kelas adalah penelitian untuk membantu seseorang dalam mengatasi secara praktis persoalan yang dihadapi dalam situasi darurat dan membantu pencapaian tujuan ilmu sosial dengan kerja sama dalam kerangka etika yang disepakati bersama.[2] 
Menurut Hopkins, “PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif, yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan – tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam terhadap kondisi dalam praktik pembelajaran.[3]
Menurut Kemmis dan MC. Taggart yaitu :  “PTK adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri, pengalaman kerja sendiri, yang dilaksanakan secara sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri.”[4]
Menurut Rochman Natawijaya,   “PTK adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual, yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi, atau memperbaiki sesuatu.”[5]
Menurut pendapat Suyanto  “PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan – tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara professional.”[6]
Menurut PGSM pengertian “PTK adalah sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan – tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran tersebut dilakukan.[7]
Menurut Kasihani PTK adalah penelitian praktis, bertujuan untuk memperbaiki kekurangan - kekurangan dalam pembelajaran di kelas dengan cara melakukan tindakan-tindakan. Upaya tindakan untuk perbaikan dimaksudkan sebagai pencarian jawab atas permasalahan yang dialami guru dalam melaksanakan tugasnya sehari – hari.[8]
Selanjutnya I.G.A.K Wardani, Kuswaya Wihardit; Noehi Nasution merumuskan pengertian penelitian tindakan kelas sebagai berikut : “penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat.”[9]
b.      Langkah – Langkah PTK
Melaksanakan PTK, memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang, agar hasil yang diperoleh dari PTK yang dilaksanakan mencapai hasil yang optimal. Menurut Zainal Aqib dkk, merumuskan langkah – langkah PTK sebagai berikut :
1.      Tahap 1 : Tahap Perencanaan
Dalam perencanaan PTK, terdapat tiga dasar, yakni :
-         Identifikasi masalah
-         Merumuskan masalah
-         Pemecahan masalah
2.      Tahap 2 : Acting (pelaksanaan)
3.      Tahap 3 : Observation (pengamatan)
4.      Tahap 4 : Refleksi
5.      Tambahan : Siklus – siklus dalam PTK[10]
---------------------------------------------------------------------------------------------------
1.      Tahap perencanaan
Langkah pertama pelaksanaan PTK adalah melakukan perencanaan secara matang dan teliti. Dalam perencanaan PTK, terdapat tiga dasar, yaitu identifikasi masalah, merumuskan masalah, dan pemecahan masalah. Pada masing-masing kegiatan, terdapat sub-sub kegiatan yang sebaiknya dilaksanakan untuk menunjang sempurnanya tahap perencanaan.
1).    Identifikasi Masalah
Langkah pertama dalam menyusun rencana PTK adalah melakukan identifikasi permasalahan. Identifikasi ini mirip seperti diagnosis yang dilakukan oleh dokter kepada pasiennya. Jika diagnosisnya tepat, maka obat yang diberikan pasti mujarab. Sebaliknya, jika diagnosisnya salah, maka resep obatnya pasti juga tidak tepat sasaran. Demikian pula dalam PTK, identifikasi yang tepat akan mengarahkan pada hasil penelitian, sehingga dapat bermanfaat bagi peningkatan hasil belajar siswa. Sebaliknya, identifikasi masalah yang keliru hanya akan membuat penelitian menjadi sia-sia, disamping memboroskan waktu dan biaya. Identifikasi masalah menjadi titik tolok bagi perencanaan PTK yang lebih matang. Sebab, tidak semua masalah belajar siswa dapat diselesaikan dengan PTK, sebagaimana tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan resep dokter spesialis tertentu. Hanya masalah-masalah tertentu yang dapat diatasi dengan PTK, sebagaimana penyakit tertentu yang hanya bisa sembuh dengan resep tertentu pula. Empat langkah yang dapat dilakukan agar identifikasi masalah mengenai sasaran.
a.       Masalah Harus Rill, masalah yang diangkat adalah masalah yang dapat dilihat, dirasakan, dan didengar secara langsung oleh guru.
b.      Masalah Harus Problematik
Banyak masalah di sekolah, tetapi, tidak semua masalah layak diangkat dalam PTK. Hanya permasalahan yang problematiklah yang layak diangkat dalam PTK. Permasalahan yang bersifat problematik adalah permasalahan yang bisa dipecahkan oleh guru, mendapat dukungan literatur yang memadai, dan ada kewenangan untuk mengatasinya secara penuh.
c.       Manfaatnya Jelas
Hasil penelitian harus bermanfaat secara jelas. Tentu, hal ini berkaitan erat dengan kemampuan dalam mengidentifikasi atau mendiagnosis masalah. Hasil PTK harus dapat dirasakan, bagaikan obat yang menyembuhkan. Untuk mendapatkan manfaat PTK yang maksimal, harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Apa yang akan terjadi jika masalah tersebut dibiarkan? Apa yang akan terjadi jika masalah tersebut berhasil diatasi? Dan, tujuan pendidikan mana yang akan gagal jika masalah tersebut tidak teratasi? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menuntun para pelaku PTK untuk dapat menemukan hasil atau “obat” yang mujarab.
d.      Masalah Harus Fleksibel
Masalah yang hendak diteliti harus bisa diatasi dengan mempertimbangkan kemampuan peneliti, waktu, biaya, tenaga, sarana prasarana, dan lain sebagainya. Jadi, tidak setiap masalah yang riil, problematik, dan bermanfaat secara jelas dapat diatasi dengan PTK.
2).    Analisis Penyebab Masalah dan Merumuskannya
Langkah kedua dalam merencanakan PTK adalah menganalisis berbagai kemungkinan penyebab munculnya permasalahan yang diangkat. Jadi, setelah menemukan masalah yang rill, problematik, bermanfaat, dan fleksibel, maka masalah tersebut harus ditemukan akar penyebabnya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menemukan penyebab masalah. Beberapa di antaranya adalah dengan menyebar angket ke siswa, mewawancarai siswa, observasi langsung, dan lain sebagainya. Di samping itu, peneliti juga bisa melakukan wawancara dengan siswa dan observasi langsung. Kemudian, semua data dari segala sumber tersebut dikumpulkan dan dianalisis secara kolaboratif sehingga penyebab utama munculnya masalah dapat ditemukan.
Akar masalah tersebut harus digali sedalam-dalamnya sehingga ditemukan akar masalah yang benar-benar menjadi penyebab utama terjadinya masalah. Akar masalah inilah yang nantinya akan menjadi tolok ukur tindakan. Dengan menemukan akar masalah, maka sama halnya dengan si peneliti telah menemukan separuh dari solusi masalah. Sebab, solusi masalah sebenarnya merupakan kebalikan dari akar masalah.
3).    Ide untuk Memecahkan Masalah
Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa akar masalah menjadi tumpuan bagi rencana tindakan untuk mengatasi masalah. Rencana tindakan sebagai langkah mengatasi masalah inilah yang disebut dengan ide orisinal peneliti. Tetapi, sebelum memutuskan tindakan apa yang akan dikenakan kepada siswa, peneliti harus mengembangkan banyak alternatif sebagai pengayaan tindakan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah peneliti harus mempunyai dukungan teori atau referensi rujukan atas tindakan yang akan dikenakan kepada siswa. Sebab, PTK adalah kegiatan ilmiah sehingga tanpa adanya dukungan teori yang memadai, sebaik apa pun tindakan guru, maka hal itu tidak akan dianggap sebagai perilaku ilmiah. Setelah identifikasi masalah, menemukan akar masalah, merumuskan masalah, dan menemukan alternatif tindakan sebagai solusi masalah, maka peneliti dapat membuat judul penelitian.
2.      Tahap Acting (Pelaksanaan)
Tahap kedua dari PTK adalah pelaksanaan. Pelaksanaan adalah menerapkan apa yang telah direncanakan pada tahap satu, yaitu bertindak di kelas. Hendaknya perlu diingat bahwa pada tahap ini, tindakan harus sesuai dengan rencana, tetapi harus terkesan alamiah dan tidak direkayasa. Hal ini akan berpengaruh dalam proses refleksi pada tahap empat nanti dan agar hasilnya dapat disinkronkan dengan maksud semula.
3.      Tahap Observation (Pengamatan)
Tahap ketiga dalam PTK adalah pengamatan (observing). Prof. Supardi menyatakan bahwa observasi yang dimaksud pada tahap III adalah pengumpulan data. Dengan kata lain, observasi adalah alat untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Pada langkah ini, peneliti harus menguraikan jenis data yang dikumpulkan, cara mengumpulkan, dan alat atau instrumen pengumpulan data (angket/wawancara/observasi, dan lain-lain).
Jika PTK dilakukan secara kolaboratif, maka pengamatan harus dilakukan oleh kolaborator, bukan guru yang sedang melakukan tindakan. Walaupun demikian, antara tindakan (dilakukan oleh guru) dan pengamatan (dilakukan oleh kolaborator), keduanya harus berlangsung dalam satu waktu dan satu tempat atau kelas. Inilah sebabnya, mengapa Suharsimi mengatakan kurang tepat jika pengamatan disebut sebagai tahap ketiga. Sebab, antara tahap kedua dan tahap ketiga itu berlangsung secara bersamaan. Walaupun demikian, tidak ada salahnya kita menyebut “pengamatan” sebagai tahap ketiga dalam PTK. Hanya saja, sebutan ini hanya untuk membedakan antara tindakan dan pengamatan, bukan menunjukkan suatu urutan.